Sri Mulyani: Banyak Orang Kena Diabetes Selama Pandemi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 30 Mar 2022, 12:10 WIB
Diperbarui 30 Mar 2022, 15:22 WIB
Kasus COVID-19 di Kota Tangerang Mulai Turun
Perbesar
Paramedis melakukan observasi kepada seorang pasien positif COVID-19 yang dirawat di Puskesmas Jurumudi, Tangerang, Banten, Kamis (17/2/2022). Kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang terus mengalami penurunan kasus dari 2000 kasus perhari menjadi 1000 kasus perhari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi yang berlangsung lama telah membuat sejumlah agenda prioritas sektor kesehatan tergeser.

Salah satunya mengurangi stunting pada anak-anak yang masih 27 persen. Hal ini menjadi tantangan Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kesehatan untuk kembali fokus menangani anak-anak yang mengalami gizi buruk.

"BLU di bidang kesehatan ini harus mampu menjawab dan mengatasi masalah-masalah ini," kata Sri Mulyani dalam Pembukaan Rakor BLU 2022, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Selama 2 tahun terakhir program imunisasi pada anak-anak juga terus menurun. Akibatnya, anak-anak di Indonesia terancam dari sisi kesehatannya, setelah pemerintah berhadapan dengan pandemi Covid-19.

"Pandemi ini memberikan konsekuensi, termasuk imunisasi anak-anak kita yang mengalami penurunan," kata dia.

 


Angka Diabetes Naik

Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya itu, pandemi juga telah meningkatkan penyakit yang tidak menular seperti diabetes. Selama pandemi tren masyarakat terkena diabet mengalami peningkatan akibat berubahnya gaya hidup selama pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan di luar rumah.

"Diabetes yang meningkat karena gaya hidup masyarakat. Ini berbahaya dan menjadi tantangan orientasi BLU kita ke depan," katanya.

Untuk itu, dia berharap BLU yang membidangi masalah kesehatan bisa fokus pada pelayanan masyarakat. Kemudian melakukan sinergi, kolaborasi dan harmonisasi di bidang reformasi kesehatan.

Agar bisa meningkatkan kualitas SDM di bidang kesehatan dan bisa mengatasi masalah dan tantangan yang ada. Utamanya dalam masa transisi dari pandemi menjadi endemi.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya