Wapres: Keuangan Syariah Harus Diutamakan dalam Ekonomi Nasional

Oleh Tira Santia pada 29 Mar 2022, 13:50 WIB
Diperbarui 29 Mar 2022, 13:50 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dalam dalam Pembukaan Gerakan HIPMI Syariahpreneur Indonesia, Selasa (29/3/2022).
Perbesar
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dalam dalam Pembukaan Gerakan HIPMI Syariahpreneur Indonesia, Selasa (29/3/2022).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, peran ekonomi keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi harus terus dijaga dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Hal itu disampaikan dalam dalam Pembukaan Gerakan HIPMI Syariahpreneur Indonesia, Selasa (29/3/2022).

“Ekonomi dan keuangan syariah yang kita harus utamakan dalam perekonomian nasional, tidak luput dari konteks tantangan global,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Menurutnya, potensi besar dari ekonomi keuangan syariah harus dapat dimanfaatkan sebagai daya ungkit perekonomian, seperti populasi muslim, demand, serta halal lifestyle yang semakin membumi di Indonesia, maupun juga di berbagai belahan dunia.

Wapres menyebut, Indonesia memiliki sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fashion muslim, pariwisata yang ramah muslim serta keuangan syariah.

“Sektor-sektor ini tidak saja bertahan, tapi mampu menyangga ekonomi Indonesia selama pandemi. Secara keseluruhan bangsa sektor unggulan halal value chain tersebut menopang 25 persen lebih dari ekonomi nasional,” katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Komponen Penggerak

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, konsep sustainable development menjadi dasar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Perbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, konsep sustainable development menjadi dasar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sektor pertama yang menopang ekonomi nasional, yaitu sektor pertanian dengan kontribusi mencapai 51 persen, selanjutnya diikuti oleh sektor makanan halal sekitar 27 persen, pariwisata ramah muslim 16 persen, dan fashion muslim hampir 6 persen.

Kemudian komponen penggerak terakhir adalah para pengusaha muda yang berdaya juang tinggi, seperti dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang aktif mendorong ekonomi Indonesia kembali bangkit.

“Kuncinya terletak pada kemauan dan kejelian untuk mengubah berbagai tantangan yang ada menjadi peluang-peluang baru. Demikian pula potensi besar ekonomi dan keuangan syariah di tanah saudara-saudara sekalian (pengusaha muda) niscaya akan menjadi lentera yang menerangi langkah pembangunan ekonomi di masa yang akan datang,” pungkasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya