Harga Pangan Mahal, Duit Belanja Rp 100 Ribu Tak Cukup

Oleh Arief Rahman Hakim pada 07 Mar 2022, 11:15 WIB
Diperbarui 07 Mar 2022, 14:30 WIB
Selama PPKM, Inflasi Agustus 2021 Diperkirakan 0,04 Persen
Perbesar
Aktivitas jual beli di Pasar Lembang, Tangerang, Selasa (24/8/2021). Berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral pada minggu ketiga Agustus 2021, inflasi diperkirakan sebesar 0,04% secara bulanan atau month on month (mom). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kurang dari satu bulan menjelang Ramadan, harga pangan mulai merangkak naik. Pembeli pun mengeluh dengan adanya kenaikan harga hampir di seluruh bahan pangan.

Dalam Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga cabai rawit merah melonjak menjadi rata-rata Rp 70.000-80.000 per kilogram. Bahkan, di Papua mencapai harga paling tinggi Rp 129.000 per kilogram. Sementara, gula pasir hingga telur ayam pun diakui sejumlah pedagang mengalami kenaikan.

Sementara itu, di sisi lain, minyak goreng masih cukup sulit ditemukan. Banyaknya, terjadi antrean yang panjang di toko ritel moderen untuk mendapatkan dua kemasan minyak goreng ukuran 2 liter.

Kenaikan harga ini membuat salah satu pembeli bahan pangan alias sembako di Kota Bandung, Shofie (26) cukup kecewa. Bersama pembeli lainnya yang didominasi ibu-ibu tersebut, hampir seluruhnya mengeluhkan jumlah belanjaan yang semakin sedikit.

“Ya, sekarang belanja Rp 100 ribu cuma dapet sekresek kecil, biasanya dapat lebih banyak,” katanya, Senin (7/3/2022) pagi di salah satu warung di Kota Bandung.

Pemilik warung yang akrab disapa dengan sebutan Bu Haji pun mengonfirmasi kenaikan harga. Terbaru harga cabai rawit merah berkisar Rp 70.000-80.000 per kilogram. Ini menyebabkan ia harus menyesuaikan harga kembali kepada pembeli setia di warungnya.

“Iya naik, sekarang 70-80 ribu sekilo, cabai merah dan keriting juga jadi Rp 50 ribu per kilogram, ini juga naik,” katanya.

Hal yang sama terjadi di Warung Bude, dan Warung Teh Yanti. Kenaikan harga bahkan terjadi untuk bahan baku lainnya, seperti terigu, gula pasir, hingga telur.

“Semua pada naik sekarang,” kata salah satu pembeli.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kenaikan Harga

Selama PPKM, Inflasi Agustus 2021 Diperkirakan 0,04 Persen
Perbesar
Pedagang melayani pembeli kebutuhan pokok di Pasar Lembang, Tangerang, Selasa (24/8/2021). Berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral pada minggu ketiga Agustus 2021, inflasi diperkirakan sebesar 0,04% secara bulanan atau month on month (mom). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Informasi, kenaikan harga masih terus terjadi sejak awal tahun 2022. Terpantau harga minyak goreng kemasan masih stabil di Rp 18.000-20.000 per liter. Kemudian, harga daging sapi di pasar tradisional juga terpantau sebesar Rp 130.000-135.000 per kilogram.

Mengutip laman hargapangan.id, kenaikan harga terlihat di sejumah bahan pangan. Di antaranya, cabai merah besar naik ke harga Rp 50.800 per kilogram, cabai rawit merah Rp 70.250 per kilogram, cabai merah keriting Rp 51.600 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp 47.950 per kilogram.

Minyak goreng kemasan berkisar Rp 18.500 – 19.400 per kilogram. Gula pasir berkisar RP 14.200 – Rp 15.450 per kilogram. Telur ayam ras Rp 24.250 per kilogram, dan daging ayam ras Rp 35.700 per kilogram.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya