Produksi Tempe Tahu Terganggu, Kementan Targetkan 1 Juta Ton Kedelai di 2022

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 21 Feb 2022, 14:45 WIB
Diperbarui 21 Feb 2022, 14:45 WIB
Perajin Tempe Mogok Produksi Imbas Kedelai Mahal
Perbesar
Aktivitas perajin tempe saat mogok produksi di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara, Senin (21/2/2022). Mulai hari ini perajin tempe dan tahu se-Pulau Jawa mogok produksi selama tiga hari ke depan sebagai respon mahalnya harga kedelai yang mencapai Rp11.000 per kg. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) target produksi kedelai lokal 1 juta ton pada 2022 ini. Target tersebut dicanangkan guna menjawab kebutuhan produksi tahu dan tempe, yang terganggu akibat kenaikan harga kedelai impor.

"Kami sudah mendapat arahan dari pimpinan, tahun ini kami diminta untuk menaikan produksi. Target produksi kami diminta 1 juta ton, selama setahun di 2022," kata Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan Yuris Tiyanto kepada Liputan6.com, Senin (21/2/2022).

Guna mengejar target tersebut, Yuris menyatakan, Kementan berencana untuk melakukan peningkatan penanaman pada puncak musim tanam, yakni per periode April-Juni.

Selain itu, luas area tanam kedelai lokal juga akan ditingkatkan, sehingga total menjadi 650 ribu ha di tahun ini.

"Untuk mengejar itu, kami sudah merencanakan untuk peningkatan penanaman mulai dari bulan April-Juni. Pada bulan-bulan itu kita ditarget (tanam di) 300 ribu ha. Kemudian sisanya akan dicapai Juli-Oktober," terangnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perajin Tempe Mogok Produksi Imbas Kedelai Mahal
Perbesar
Aktivitas perajin tempe saat mogok produksi di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara, Senin (21/2/2022). Mulai hari ini perajin tempe dan tahu se-Pulau Jawa mogok produksi selama tiga hari ke depan sebagai respon mahalnya harga kedelai yang mencapai Rp11.000 per kg. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Tak Terganggu Cuaca

Yuris pun berharap, proyeksi produksi 1 juta ton kedelai tidak terganggu oleh faktor cuaca. Sehingga produksi kedelai lokal bisa naik 800 ribu ton dari 2021 lalu.

"Kita berharap sesuai kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, puncak musim tanamnya bulan April-Juni. Itu yang akan kita kejar. Kita merencanakan menanam di 14 provinsi," ungkapnya.

"Tapi yang jelas tahun sebelumnya target hanya tercapai 200 ribu ton. Sekarang kita target 1 juta ton. Itu dalam rangka kebutuhan pabrik tempe/tahu, itu 1 juta ton," tandas Yuris. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya