Realisasi Anggaran Dirjen Bina Marga Capai 95,87 Persen di 2021

Oleh Arief Rahman Hakim pada 15 Feb 2022, 14:40 WIB
Diperbarui 15 Feb 2022, 14:40 WIB
Jalan Inspeksi Kali Ciliwung Amblas
Perbesar
Petugas Sudin Bina Marga Jakarta Pusat memperbaiki jalan ambles di Jalan Inspeksi Kali Ciliwung, Kenari, Rabu (19/1/2022). Jalan yang berada di belakang RSCM tersebut ambles sepanjang 40 meter akibat terkikis oleh hujan deras kemarin sehingga menyulitkan akses warga. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian memaparkan sejumlah capaian serapan anggaran Ditjen Bina Marga pad 2021. Realisasi keuangan mencapai 95,87 persen dan realisasi fisik mencapai 94,61 persen.

Hedy menuturkan, Ditjen Bina Marga mendapat pagu anggaran setelah refocusing sebesar Rp 66,37 triliun dengan tambahan sekitar Rp 4,87 triliun. Sementara total anggaran yang dikeluarkan Ditjen Bina marga adalah sebesar RP 63,63 triliun di 2021.

“Realisasi keuangan 95,87 persen atau dengan aset menjadi 63 triliun jadi ada deviasi mengenai 4,13 persen dari rencana realisasi 100 persen. realisasi fisik sebesar 94,61 persen,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (15/2/2022).

Ia pun merinci sejumlah capaian dari siis fisik sepanjang 2021. Diantaranya ada pembangunan jalan tol, pembangunan jalan baru, pembangunan jembatan, hingga pembangunan Fly Over dan Underpass.

Diantaranya, sepanjang 2021, Ditjen Bina Marga telah membangun sepanjang 123 kilometer jalan tol di ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kemudian, 721 kilometer jalan baru di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

“pembangunan jembatan 27.708 meter, pembangunan Flyover dan underpass sepanjang 2.321 meter,” katanya.

“Refocusing ini totalnya menjadi Rp 10,446 triliun,” katanya.

Ia menuturkan pada penetapan anggaran sendiri telah dilakukan sejumlah refocusing anggaran. Sejumlah refocusing ini sebagai langkah penanganan Pandemi Covid-19. Sehingga Ditjen Bina Marga perlu menyesuaikan pelaksanaan sejumlah proyek.

Diantaranya, penundaan beberapa kegiatan mendukung Food Estate dan Singkong Estate Kalteng, Penundaan beberapa kegiatan mendukung KIT Subang dan KIT Batang, pengalihan sumber dana dari beberapa paket RPM menjadi SBSN, dan pengurangan alokasi belanja pegawai.

Kemudian, Refocusing sisa tender/sisa anggaran paket – paket SYC dan MYC, pengurangan alokasi kegiatan swakelola, relaksasi anggaran paket SYC MYC, pengurangan alokasi pembayaran Rasionalisasi Tarif Tol.

 


Target Rencana Strategis

Proyek Tol Becakayu Terus Dikebut
Perbesar
Warga menyaksikan proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1, D.I Panjaitan, Jakarta, Kamis (18/11/2021). BPJT mendata hingga akhir kuartal III/2021 perkembangan pembangunan Tol Becakayu Seksi 1 saat ini mencapai 95,54 persen. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Lebih lanjut, Hedy memaparkan sejumlah target dari rencana strategis Ditjen Bina Marga hingga 2024 mendatang. Menurut paparannya, ada empat kategori target yang tercantum dalam renstra tersebut.

Diantaranya, menargetkan waktu tempuh pada koridor terpilih bisa mencapai 1,9 jam per 100 kilometer. Kemudian membangun 2.500 kilometer jalan tol, membanguna 3.000 kilometer jalan baru, serta, pemantapan sebesar 97 persen dengan rating kondisi 2,5.

Sementara pada 2021, Ditjen Bina Marga menargetkan waktu tempuh 2,19 jam per 100 kilometer.

“saat ini 2,19 jam per 100 kilometer ini target tapi yang baru tercapai ini 2,22 jam per 100 kilometer. Ada kekurangan dari target kita,” katanya.

“Kemudian, yang jalan tol dari target 684 kilometer baru tercapai 369 kilometer. Jalan baru 1.050 kilometer baru 976 kilometer. Kemudian dari segi pemantapan, target 2021 itu 92 persen, ini masih dibawah (target) dengan capaian 91,81 persen,” imbuh Hedy.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya