Industri Pengolahan Topang Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal IV 2021

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 07 Feb 2022, 12:10 WIB
Diperbarui 07 Feb 2022, 12:10 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017  Optimis Capai 5,3 Persen
Perbesar
Pemandangan gedung-gedung bertingkat di Ibukota Jakarta, Sabtu (14/1). Hal tersebut tercermin dari perbaikan harga komoditas di pasar global. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021 secara tahunan naik 5,02 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, jika dilihat dari sumber pertumbuhannya, perkembangan ekonomi pada triwulan akhir tersebut paling banyak berasal dari industri pengolahan.

"Industri pengolahan memberikan andil di pertumbuhan ekonomi Q4 2021 1,01 persen. Jadi 5,02 persen kalau didekomposisi 1,01 persennya dari industri pengolahan," ujar Margo dalam sesi teleconference, Senin (7/2/2022).

Menurut dia, industri pengolahan sejak kuartal III 2021 lalu pun selalu jadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Polanya mirip dengan Q3 2021, dimana industri pengolahan jadi sumber pertumbuhan tertinggi," ungkap Margo.

Selain industri pengolahan, sumber pertumbuhan lain yang memberikan kontribusi besar pada kuartal IV antara lain sektor perdagangan sebesar 0,71 persen. Diikuti konstruksi 0,4 persen, informasi komunikasi 0,39 persen, dan sektor lainnya 2,51 persen.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pola Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Turun 5,6 Persen Akibat Covid-19
Perbesar
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Adapun secara kuartal to kuartal (qtq), pertumbuhan ekonomi kuartal IV juga naik 1,06 persen. Margo mengemukakan, kenaikan tersebut sedikit berbeda dengan pola pertumbuhan yang terjadi pada triwulan akhir di tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat series panjangnya sejak 2019, polanya Q4 selalu menunjukan terjadi kontraksi ekonomi. Agak berbeda di Q4 2021, dimana mampu tumbuh 1,06 persen," papar Margo.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya