Bakal Perluas Pasar, Perumnas Bidik Pendapatan Rp 1,6 triliun di 2022

Oleh Arief Rahman Hakim pada 27 Jan 2022, 20:45 WIB
Diperbarui 27 Jan 2022, 20:45 WIB
Rusun Konsep TDO di Tanjung Barat Resmi Dibangun
Perbesar
Maket proyek perumahan rumah susun yang akan di bangun di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (15/8). Perum Perumnas bersama PT KAI resmikan pembangunan proyek rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi Perum Perumnas targetkan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun di 2022. Perusahaan juga menargetkan adanya perluasan pasar untuk mengakselerasi target tersebut.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menargetkan di 2022, Perumnas mengoptimalkan peran dalam pembangunan rumah tapak dan susun untuk masyarakat. Baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dan kerja sama dengan Kementerian, BUMN, Perbankan maupun institusi lainnya.

Perumnas juga akan fokus pada penyelesaian inventory dan proyeksi penjualan sebanyak 5.734 unit atau meningkat 110 persen dari tahun sebelumnya dengan target pendapatan di tahun ini sebesar Rp1,6 triliun.

Melalui ragam proyek hunian yang saat ini dipasarkan Perumnas, seperti proyek Hunian yang terintegrasi sarana publik atau TOD (Transit Oriented Development). Kemudian teknologi rumah precast dan penyediaan fasilitas hunian yang tentu memperhatikan kebutuhan milenial, Perumnas siap mencaplok pasar yang lebih luas lagi di tahun 2022.

“Kami siap menjangkau pasar yang lebih luas di tahun ini dan mendukung kebijakan pemerintah dalam kepemilikan hunian masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan yang tentunya akan memberikan efek berganda (multiplier effect) ke depannya,” kata Budi.

Budi menyebut telah melakukan pertemuan bersama Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, untuk terus meningkatkan pembangunan hunian layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah (PSR). Ke depannya akan diwujudkan satu lokasi pilot project untuk kawasan perumahan dan permukiman yang terintegrasi dan tertata dengan baik.

Dalam hal ini, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan kepada Perumnas terkait prasarana, sarana dan utilitas, drainase, jalan akses serta instalasi air bersih.

“Perum Perumnas juga siap melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR yang berwenang menetapkan kebijakan di bidang pembangunan infrastruktur dan perumahan,” tutur Budi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Program Booster

Perum Perumnas.
Perbesar
Perum Perumnas.

Di sisi lain, Perumnas juga mempunyai program kerja lain sebagai booster dalam mengakselerasi kinerja korporasi. Yakni, melalui monetisasi aset perusahaan dengan membuka peluang para investor untuk memiliki aset-aset properti BUMN atau melakukan partnerships melalui mekanisme yang sudah ditetapkan.

Aset properti yang dimiliki Perumnas akan dilepas dalam jumlah besar (bulk) yang berlokasi di Jabodetabek dan kota besar lainnya terdiri dari rumah susun dan rumah tapak. Tentunya optimalisasi aset seperti ini dapat meningkatkan kontribusi BUMN terhadap APBN, sebagaimana dengan fokus Menteri BUMN Erick Thohir yang akan melakukan transformasi BUMN dua tahun ke depan, papar Budi.

Selain itu, di 2022 juga Pemerintah akan menyalurkan PMN sebesar Rp 1,568 Triliun sebagai salah satu stimulus untuk dapat dikelola dan dimanfaatkan bagi keberlangsungan bisnis Perumnas dengan memulihkan kembali serta mempercepat progress pembangunan rumah rakyat, sehingga dapat segera tersalurkan ke masyarakat dalam bentuk hunian yang layak dan nyaman.

Budi menyampaikan PMN ini juga menjadi stimulus Perumnas untuk melancarkan upaya-upaya dalam mempertahankan sustainabilitas perusahaan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya