Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 28,03 Triliun

Oleh Liputan6.com pada 27 Jan 2022, 18:12 WIB
Diperbarui 27 Jan 2022, 18:12 WIB
Bank Mandiri Pimpin Pangsa Pasar Sindikasi Indonesia
Perbesar
Ilustrasi nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Mandiri tbk mengantongi laba bersih sebesar Rp 28,03 triliun sepanjang 2021, naik 66,8 persen secara year on year (YoY).

Pertumbuhan laba Bank Mandiri tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Direktur Utama, Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, capaian kinerja seiring pemulihan ekonomi secara nasional yang didukung kebijakan Pemerintah lintas sektoral serta penanganan Covid-19 yang efektif menggairahkan roda perekonomian di dalam negeri.

"Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan," ujar Darmawan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2021 di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Sementara laju kredit perseroan secara konsolidasi naik 8,86 persen menjadi Rp 1,050 triliun atau naik dibandingkan pertumbuhan kredit Industri sebesar 5,2 persen.

Kredit korporasi masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan dengan realisasi mencapai Rp370 triliun atau tumbuh sebesar 8 persen YoY secara konsolidasi.

Sedangkan, kredit komersial mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 9,7 persen menjadi sebesar Rp174 triliun.

"Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM," paparnya.

Dikatakan jika pertumbuhan kinerja Bank Mandiri sepanjang tahun 2021, tidak terlepas dari peran teknologi pada bisnis perseroan, yakni Super App Livin' by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri yang memberikan layanan digital single access kepada nasabah whosale.

Akselerasi kedua layanan digital perseroan ini pun telah mencetak sejumlah pencapaian positif di tahun 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kinerja Layanan Digital

Bank Mandiri Eror
Perbesar
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Mal Pondok indah 2, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan perubahan drastis saldo di rekening yang mengalami pengurangan dan ada juga yang mengalami penambahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sejak diluncurkan pada Oktober 2021 lalu, aplikasi Livin' by Mandiri telah diunduh sebanyak lebih dari 7,5 juta kali dengan total pengguna menembus 10 juta nasabah dan melayani lebih dari 1,5 miliar transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.630 triliun.

Sementara itu, Platform Digital Kopra by Mandiri mencatatkan transaksi wholesale channel sebesar Rp13.500 triliun dan mampu melayani transaksi trade finance sebesar Rp553 triliun serta bank guarantee mencapai Rp94,3 triliun hingga akhir 2021.

Melalui inisiatif "Mandiri Jadi Digital", bank berlogo pita emas ini mampu mengoptimalkan dana pihak ketiga serta menekan biaya dana dengan lebih efisien.

Sementara asio CASA Bank Mandiri sepanjang 2021 secara bank only terjaga di angka 74 persen, meningkat dari posisi akhir tahun 2020 lalu yakni sebesar 68,51 persen.

"Pada tahun 2021 lalu, Bank Mandiri telah berhasil melakukan lompatan dengan mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah.” jelasnya.

Melalui pengembangan dan optimalisasi layanan secara digital, Bank Mandiri optimis pertumbuhan kinerja akan semakin membaik. Untuk itu, Bank Mandiri telah menyiapkan sederet inovasi layanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan transaksi finansial nasabah baik retail maupun wholesale melalui dua produk digital andalan yaitu Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya