3 Cara Menjawab Soal Gaji Ketika Wawancara Kerja

Oleh Liputan6.com pada 28 Jan 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 28 Jan 2022, 07:00 WIB
Wawancara Kerja
Perbesar
Ilustrasi wawancara kerja/copyright shutterstock

Liputan6.com, Jakarta Dalam wawancara kerja, tim perekrut akan bertanya terkait ekspetasi gaji kepada para kandidat. Karena menyangkut nominal penghasilan, terkadang hal ini cukup sensitif. Akhirnya tidak sedikit yang membuat calon karyawan merasa bingung untuk menjawabnya.

Adalah hal yang wajar bila Anda ingin mendapat bayaran sesuai kemampuan yang dimiliki. Akan tetapi, ketika berdiskusi tentang gaji, itu adalah hal yang sedikit menakutkan dirasakan bagi sebagian kandidat, kata Andres Lares, mitra pengelola di Shapiro Negotiations Institute.

Namun tenang saja, Anda tidak perlu khawatir atau takut lagi ketika membicarakan hal tersebut setelah membaca tips berikut ini.

Oleh karena itu, sebelum mulai wawancara kerja, sebaiknya Anda pahami terlebih dahulu cara menjawab pertanyaan tentang gaji seperti melansir laman CNBC, Jumat (28/1/2022).

Cari Tahu Kisaran Gaji

Para ahli mengatakan, Anda harus mempertimbangkan kembali ekspektasi gaji sebelum melakukan wawancara. Penulis dan pelatih karier Octavia Goredema menyarankan untuk memeriksa laporan gaji industry terlebih dahulu.

Anda bisa menggunakan database online dan memanfaatkan jaringan untuk mencari tahu posisi yang akan Anda lamar di pasar industri.

Di samping itu, ada pula waktu untuk membicarakan gaji dalam wawancara kerja. Biasanya perusahaan melalui tim rekrutmen membahas gaji di awal.

Itu artinya Anda bisa mendiskusikannya di putaran pertama atau kedua. Jika sudah yakin dengan besaran gaji, Anda bisa mengajukannya lebih awal untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kata Goredema.

Akan tetapi, sebagian besar kandidat memilih untuk menunggu dulu sampai tahap penawaran, lanjutnya. Pada saat itu Anda memiliki pengaruh paling besar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cara Menjawab

Fantastis, 10 Perusahaan Ini Beri Gaji Selangit untuk Anak Magang
Perbesar
Ilustrasi bekerja (pixabay.com)

Berbicara bagaimana cara menjawabnya, para ahli pada umumnya mengatakan untuk tidak langsung menyampaikan ekspektasi gaji Anda yang sesungguhnya.

Menyebut angka yang terlalu rendah itu mungkin dapat merugikan diri Anda di masa depan. Sementara menyatakan gaji yang terlalu tinggi itu mungkin akan membuat HR beralih ke kandidat lain yang mengharapkan bayaran lebih rendah.

Sebagai gantinya, Anda dapat menjawab dengan menyampaikan kembali pertanyaan ke HR, kata Lares. Tetap bersikap baik dan mungkin Anda bisa menambahkan respon seperti ini, ‘Saya menghargai bahwa kompensasi adalah aspek penting dari pekerjaan dan itu harus berhasil untuk kita berdua.

Mengingat Anda adalah manajer perekrutan dan tentu sudah ahli tentang apa yang ditawarkan perusahaan, saya ingin mendengar apa yang Anda pikirkan tentang kisaran gaji untuk posisi ini’.

Menentukan Gaji

Selanjutnya tim perekrutan bisa saja mengembalikan kembali pertanyaan itu kepada Anda dan menyebut nominal gaji.

Menyikapi hal ini, Anda seharusnya sudah menyiapkan kisaran gaji berdasarkan riset yang telah dilakukan sebelumnya.

Lares mengatakan, untuk memperjelas tentang minimumnya, Anda bisa menentukan nominal di bawah rentang gaji tersebut.

Selain itu, target gaji Anda juga sebaiknya harus berada di ujung bawah jangkauan, tambah Goredema. Dengan mengidentifikasi seperti itu, Anda kemungkinan bisa bernegosiasi gaji kembali sewaktu-waktu.

Lares memberikan contoh, bila Anda menargetkan USD 100.000 dan masih mencari tahu apakah Anda menyukai pekerjaan tersebut, Anda dapat memberikan kisaran USD 95.000 hingga USD 115.000.

Kemudian jika Anda benar-benar menginginkan pekerjaan itu, di samping bahwa Anda dapat menegosiasikan tunjangan lain, Anda dapat menargetkan kisaran antara USD 95.000 hingga USD 102.000.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya