PHRI: Investasi Pariwisata Sempat Turun, Kini Mulai Bangkit

Oleh Arief Rahman Hakim pada 26 Jan 2022, 20:30 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 20:30 WIB
PHRI dan Polri Tanda Tangani Nota Kesepahaman
Perbesar
Ketua Umum PHRI, Hariyadi B.S.Sukamdani memberi sambutan usai menandatangani MoU dengan Polri di Jakarta, Kamis, (20/7). MoU tentang Penyelenggaraan Pengamanan Hotel dan Restoran. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani melihat geliat pariwisata mulai menunjukkan peningkatan. Meski sebelumnya mengalami penurunan akibat Covid-19.

Di sisi investasi pariwisata, ia pun menilai ada peningkatan di 2021 dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini, menurutnya cukup besar.

"Kemarin Pak Bahlil sudah sampaikan mengenai investasi di sektor pariwisata, secara spesifik saya meminjam data beliau. Kalau dari sisi perkembangan target realisasi yang ada di sektor penanaman modal ini cukup besar, di 2021 sekitar Rp 900 triliun dan ini pencapaian yang meningkat cukup besar dibanding tahun sebelumnya, Rp 817,2 triliun," katanya dalam Indonesia Economic Outlook 2022, Rabu (26/1/2022).

Melihat wilayah yang menunjukkan tren membaik, ia mengacu data dari Lembaga Konsultasi terkait hotel. Ada dua wilayah yang tercatat mengalami peningkatan, yakni Bali dan Lombok.

"Dilihat datanya, ini rata-rata di Indonesia menunjukkan bahwa trennya ada di Bali khususnya untuk area Bali dan Lombok trennya sudah membaik dari sebelumnya sempat drop," katanya.

Ia menyebut, tingkat perkembangan di Lombok cukup menunjukkan peningkatan signifikan. Gelaran MotoGP yang akan dilangsungkan pads 18-20 Maret 2022 digadang jadi salah saru faktor.

"Di Jakarta juga trennya cukup bagus, meski di Januari lebih karena seasonal, Januari-Februari biasanya rendah," katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sempat Turun

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B. Sukamdani. (Tira/Liputan6.com)
Perbesar
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B. Sukamdani. (Tira/Liputan6.com)

Sementara itu, dilihat dari sektor pariwisata Internasional, di Bali sempat mengalami penurunan yang signifikan. Namun, ia menilai hal ini sama dengan yang terjadi di wilayah lain.

"Bali ini negatifnya besar, disamping Bangkok, khusnya November Bangkok sempat bagus, tapi drop karena pengetatan," katanya.

Ia menyebutkan, perkembangan pariwisata domestik juga dipengaruhi dengan pelonggaran yang dilakukan pemerintah.

"Ini tentu sejalan dengan pengetatan yang dilakukan," katanya.

"Tren penjualan (dari restoran) bahwa sepanjang pandemi sudah menunjukkan posisi naik setiap ada pelonggaran PPKM. Begitu di kencengin (pengetatan PPKM) drop lagi. Jadi sangat korelasi dengan PPKM. Transportasi juga beriringan dengan sektor makanan minuman juga ikuti perkembangan hotel," imbuh dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya