Ibu Kota Negara Baru Kunci Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Oleh Liputan6.com pada 26 Jan 2022, 14:50 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 14:50 WIB
Desain Ibu Kota Baru
Perbesar
Visual desain garuda di bangunan Istana Negara Ibu Kota Baru. (dok. tangkapan layar IGTV @suharsomonoarfa)

Liputan6.com, Jakarta Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Amalia Adininggar mengatakan, pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi agar mampu tumbuh lebih cepat.

Pemindahan ibu kota negara juga menjadi upaya mencari sumber perekonomian baru dengan mengusung pemerataan.

"Dengan cara menyeimbangkan perekonomian yang merata, karena memang selama ini ekonomi kita terpusat, terlalu terpusat di Pulau Jawa," kata Amalia dalam Indonesia Economic Outlook, Jakarta, Rabu (26/1).

Amalia mengatakan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,7 persen pasca pandemi Virus Corona. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga punya ambisi segera keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income.

"Untuk itu, Bappenas telah menyusun 6 strategi besar transformasi ekonomi yang inklusif dan bekerlanjutan. Dan 6 strategi ini menjadi game changer menuju ekonomi maju. Salah satunya adalah pemindahan ibu kota negara," katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemulihan Ekonomi

Banner Infografis Ibu Kota Negara Baru Bernama Nusantara. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @nyoman_nuarta)
Perbesar
Banner Infografis Ibu Kota Negara Baru Bernama Nusantara. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @nyoman_nuarta)

Amalia melanjutkan, 2022 merupakan tahun kunci pemulihan ekonomi Indonesia walaupun ditengah-tengah ketidakpastian dari berkembangnya Omicron.

Tetapi tentunya pemerintah harus tetap optimistis dan sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 ini adalah 5,2 hingga 5,5 persen.

"Artinya, ini saatnya 2022 kita harus pulih karena kita tahu bahwa 2021 sepanjang tahun diperkirakan mungkin ekonomi Indo tumbuh 3,8 hingga 4 persen. artinya, 2022 kita harus timbuh lebih cepat sebagau basus buat kita kemudian recover stronger," tandasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya