Lonjakan Inflasi Hantui Ekonomi Indonesia di 2022

Oleh Liputan6.com pada 26 Jan 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 12:00 WIB
Inflasi
Perbesar
Ilustrasi Inflasi (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memprediksi di tahun 2022 inflasi akan mengalami kenaikan. Namun, BI berkomitmen inflasi dapat dikendalikan sesuai sasaran yaitu 3 persen plus minus 1 persen.

“Inflasi memang akan naik tapi dapat dikendalikan sesuai sasaran 3 persen plus minus 1 persen,” kata Perry dalam peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia 2021, Rabu (26/1/2022).

Disisi lain, Perry juga optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 bisa mencapai kisaran 4,7 persen hingga 5,4 persen.

Berbeda dengan nilai tukar, diprediksi akan menjadi tekanan tahun ini, tapi Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar berkoordinasi dengan kementerian keuangan.

Tak hanya itu saja, BI juga memprediksi kredit perbankan akan naik diangka 7 persen hingga 9 persen. Tapi semua hal itu dapat terwujud jika beberapa persyaratan ini terpenuhi, yakni vaksinasi menyeluruh, pembukaan sektor ekonomi, stimulus fiskal dan moneter, pembiayaan hingga reformasi sektor riil serta sektor keuangan.

“Kawan-kawan perbankan Mari kita tingkatkan pembiayaan dan kredit kepada perbankan.  Prediksi kami bisa sampai 7 sampai 9 persen, bahkan bisa lebih tinggi,” ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Inklusi Ekonomi

Akibat Covid-19, BPS Catat Inflasi Sebesar 0,08 Persen Pada April
Perbesar
Pedagang menata dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BI juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendorong inklusi ekonomi di sektor UMKM. Untuk itu Bank Indonesia terus berkomitmen bersama pemerintah, KSSK, dan berbagai pihak memperkuat sinergi untuk pemulihan ekonomi.

“Insyallah Tahun 2022 akan lebih, mari kita optimis, mari kita bersinergi. Kebijakan moneter memang akan kami lebih arahkan untuk stabilitas, menjaga inflasi dan tentu saja stabilitas nilai tukar karena adanya tekanan global,” ucapnya.

Sejalan dengan itu, terdapat 4 kebijakan lain dari BI yang akan terus dorong dan bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi, diantaranya makroprudensial, sistem pembayaran pasar, Ekonomi keuangan dan hijau, dan juga kebijakan internasional.

“Mari kita bangkitkan optimisme di Tahun 2022 akan lebih baik marilah kita terus bersinergi untuk bersama menangkap ekonomi kita segera pulih menuju Indonesia maju,” pungkas Perry. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya