UMKM Indonesia Harus Curi Kesempatan Isi Rantai Pasok Global

Oleh Liputan6.com pada 20 Jan 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 16:00 WIB
Jokowi Bergaya dengan Jaket Buatan UMKM Blora, Harganya di Bawah Rp500 Ribu
Perbesar
Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Mulyorejo, Blora. (dok. Instagram @jokowi/https://www.instagram.com/p/CXk1unSvrH7/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta - Sektor UMKM bisa mengambil peran dalam pemulihan ekonomi nasional untuk mengatasi kemacetan rantai pasok. Hal tersebut diungkap oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, saat ini secara global tengah terjadi gangguan rantai pasok akibat pemulihan ekonomi di setiap negara yang berbeda. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk mengisi rantai pasok tersebut.

"UMKM bisa menjadi komponen penting memulihkan perekonomian dan berperan mengatasi persoalan bottleneck supply chain," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Syaratnya, UMKM harus bisa bertransformasi lebih dulu meski masih dalam suasana pandemi. Ini bisa menjadi modal awal yang penting untuk bisa naik kelas ke level yang tinggi.

"UMKM menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi, ini yang sedang kita lakukan," katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Soal Ekspor Mineral

20170113-Jokowi-Temui-Pelaku-Industri-Jakarta-AY
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberi keterangan saat melakukan pertemuan dengan pelaku industri jasa keuangan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1). Jumlah UMKM di Indonesia terbilang cukup besar, yaitu lebih dari 50 juta UMKM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, pembangunan infrastruktur masih akan terus dipacu dan dilanjutkan dengan reformasi. Mulai dari bidang manufaktur dan industri, hilirisasi mineral dan ekspor barang-barang olahan hasil tambang akan terus ditingkatkan.

"Bolak-balik saya sampaikan setelah nikel kita stop bauksit, tembaga, timah, emas akan kita stop untuk tidak akan diekspor dalam raw material atau bahan mentah," katanya.

Pembangunan berbagi kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus juga akan terus ditambah dan ditingkatkan. Harapannya bisa menjadi sumber pertumbuhan baru, meningkatkan ekspor manufaktur dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

Kebijakan reformasi struktural juga akan terus dilanjutkan. Fokusnya pada pembangunan berbasis environmental social dan governance. Termasuk terus mendorong transformasi teknologi dan digitalisasi dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya