BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,5 Persen di 2022

Oleh Liputan6.com pada 20 Jan 2022, 14:50 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 14:50 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi
Perbesar
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dikisaran 3,2 sampai 4 persen pada 2021. Pertimbangan ini didapat melihat pergerakan indikator ekonomi yang cukup baik.

"Perkembangan indikator ekonomi Desember 2021 mengindikasikan akselerasi proses pemulihan ekonomi. Mobilitas masyarakat, penjualan eceran dan keyakinan konsumen sudah meningkat," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers, Kamis (20/1).

Sementara pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bakal berada di atas 2021. BI memperkirakan laju ekonomi berada pada 4,7 sampai 5,5 persen di 2022.

"Ini sejalan akselerasi konsumsi swasta dan investasi di tengah akselerasi belanja fiskal dan kuatnya kinerja ekspor," imbuhnya.

Perry menambahkan, meski pertumbuhan ekonomi dipatok tinggi namun tetap peningkatan kasus omicron harus tetap diwaspadai. Pemerintah sendiri tengah gencar untuk melakukan akselerasi vaksinasi ketiga atau booster.

"Perbaikan ekonomi terjadi dan diperkirakan akan terus meningkat Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com


Erick Thohir: Indonesia Adalah Sentra Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang Baru

Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Turun 5,6 Persen Akibat Covid-19
Perbesar
Pandangan udara permukiman padat penduduk di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis Indonesia bisa menjadi sentra pertumbuhan ekonomi dunia yang baru. Artinya, dengan potensi yang dimiliki, Indonesia akan menggeser negara lain yang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi.

Namun, Erick Thohir mengingatkan bahwa potensi yang ada jangan disia-siakan dan harus terus dibangun. Ia kemudian menceritakan kegagalan Brazil yang pernah menjadi sentra pertumbuhan ekonomi dunia tetapi tak lagi bisa mempertahankannya. Alasannya, karena tak mengembangkan potensi anak muda dan perkembangan yang dimiliki Brazil.

“Indonesia adalah potensi sentra pertumbuhan ekonomi dunia yang baru. Nah karena itu kita benar-benar concern benar-benar mendorong, apa market kita jangan lagi hanya dijadikan pertumbuhan ekonomi bangsa lain,” katanya dalam diskusi virtual bersama Bank Syariah Indonesia, Rabu (19/1/2022).

Ia meminta untuk perkembangan pasar yang ada saat ini bisa menjadi faktor pendorong tumbuhnya ekonomi Indonesia. ia meminta Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di dalam negeri harus secara maksimal dimanfaatkan untuk pertumbuhan Indonesia.

Pada kesempata itu, Menteri Erick mengkisahkan negara Brazil yang tak lagi menjadi sentra pertumbuhan ekonomi.

“30 puluh tahun lalu (Brazil) tidak melakukan investasi kepada anak mudanya, tidak melakukan investasi ke research dan inovasi, tidak investasi modernisasi manufakturnya. Akhirnya sekarang Brazil bukan jadi sentra pertumbuhan dunia,” katanya.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya