Erick Thohir Minta Program Zakat di BUMN Tak Jalan Sendiri-Sendiri

Oleh Liputan6.com pada 20 Jan 2022, 12:30 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 12:30 WIB
Menteri BUMN  Erick Thohir dalam konferensi pers, CXO Media, Rabu (12/1/2022).
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers, CXO Media, Rabu (12/1/2022).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meminta, kepada BUMN agar program zakat yang ada di tiap-tiap perusahaan berkoordinasi atau disalurkan melalui lembaga resmi pemerintah, yaitu BAZNAS. Dia tak ingin zakat dikelola sendiri-sendiri yang tidak terlihat hasilnya.

Permintaan itu pun sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 Tahun 2014 tentang tugas BAZNAS sebagai pengelola dana zakat, infak, dan shadaqah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL).

"Saya berharap zakat di BUMN dapat disalurkan melalui BAZNAS karena Undang-Undangnya jelas," kata dia dalam pernyataannya, Kamis (20/1).

Menurutnya, BAZNAS ini bisa digunakan untuk pembangunan generasi umat Islam yang hari ini masih menjadi tantangan terbesar.

Sebagai negara yang memiliki jumlah muslim terbesar di dunia, pemerintah dan BUMN bertanggung jawab kepada generasi muslim Indonesia di masa depan.

Untuk itu, melalui konsolidasi zakat bersama BAZNAS, Menteri Erick Thohir berharap, dapat tercipta program unggulan bersama-sama dalam mempersiapkan generasi muda Islam yang profesional dan berpendidikan tinggi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Konsolidasi Zakat

Menteri BUMN, Erick Thohir
Perbesar
Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Mantan Bos Inter Milan itu juga ingin mengonsolidasikan zakat ini sebagai sebuah mesin besar untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar bisa mempersiapkan diri untuk mengambil pendidikan yang lebih tinggi.

Tentu ke depannya ini bisa menjadi tulang punggung keberlanjutan masa depan Indonesia, tidak hanya dalam hal kepemimpinan, kesempatan berusaha, kesempatan menjadi profesional-profesional yang unggul.

"Ini adalah eranya knowledge based economy, yaitu pertumbuhan ekonomi dibangun karena adanya kepintaran manusia itu, sehingga kita harus meningkatkan kapabilitas SDM kita," lanjut Erick.

Menteri Erick berharap, seluruh Direksi BUMN dapat bersatu dalam mendukung program zakat ini. Dia pun menegaskan, akan membentuk tim pengawasan pengelolaan zakat di BUMN.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya