Holding BUMN Pangan ID Food Kembangkan Pasar Ekspor, Sasar Arab Saudi hingga Mesir

Oleh Arief Rahman Hakim pada 18 Jan 2022, 10:15 WIB
Diperbarui 18 Jan 2022, 10:15 WIB
20160704-Pupuk Padi-Karawang- Gempur M Surya
Perbesar
Petani memupuk tanaman padi di Karawang, Jawa Barat, Senin (4/7). Untuk mencapai target swasembada pangan 2016, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 triliun. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Holding BUMN Pangan atau ID Food, Arief Prasetyo Adi membeberkan sejumlah capaian holding di hadapan Komisi IV DPR RI. Berbagai capaian holding BUMN pangan tersebut mulai dari program Makmur hingga keberhasilan ekspor 140 ton beras ke Arab Saudi.

Arief menjelaskan, capaian ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang meminta adanya sinergi dari ID Food. Diantaranya dengan Himpunan Bank Negara (Himbara), perusahaan swasta maupun kolaborasi pendampingan petani, peternak dan nelayan untuk peningkatan ekosistem pangan.

Arief menyebut ID Food mewujudkan sinergi tersebut dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Perum Perhutani, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia, dan PT Asuransi Kredit Indonesia dalam program Makmur untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteran petani.

"Program Makmur bertujuan menghadirkan solusi pertanian melalui pendekatan holistik untuk memakmurkan petani Indonesia," ujar Arief, ditulis Selasa (18/1/2022).

Dalam program Makmur, ucap Arief, BUMN saling bahu-membahu dalam melakukan pengelolaan budidaya berkelanjutan, pendampingan, akses permodalan, dan akses pasar. Arief menyebut program Makmur saat ini sudah mencapai luas tanam 85.886 hektare atau lebih tinggi dari target yang sebesar 82.701 hektare.

Kemudian mampu mengumpulkan keterlibatan petani sebanyak 75.393 petani tebu, padi, jagung, holtikultura, dan perkebunan rakyat.

Sinergitas lainnya, Arief menambahkan ID Food juga terus meningkatkan kemitraan dengan petani, peternak, nelayan dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Hal ini pun sesuai yang dibahas dalam RDP Komisi IV DPR RI yang meminta ID Food untuk menjalin kerja sama dengan UMKM dalam pemasaran dan pendistribusian produk.

Lebih lanjut Arief menambahkan ID Food juga telah mengembangkan brand produk ritel dengan nama Rania. Kemudian beserta anggota holding lainnya yang juga memiliki brand masing-masing yang telah masuk pada pasar daring dan luring.

"ID Food juga telah penjajakan ke beberapa Koperasi dan Pondok Pesantren, semoga ke depan dapat mewujudkan sinergi pangan dengan Koperasi dan Pondok Pesantren," ucap Arief.

 


Perluasan Pasar

20160704-Pupuk Padi-Karawang- Gempur M Surya
Perbesar
Petani memupuk tanaman padi di Karawang, Jawa Barat, Senin (4/7). Kementerian Pertanian optimis target produksi padi sebesar 75,13 juta ton pada tahun 2016 dapat tercapai. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Arief mengatakan ID Food juga telah melakukan perluasan pasar ke luar negeri yang mana sebelumnya hanya untuk konsumsi dalam negeri.

Pada sektor Perikanan, ID Food telah berhasil melakukan ekspor gurita ke AS senilai Rp 2,4 miliar, Ikan Kaca Piring ke Thailand senilai Rp 489 juta, Ikan Black Marlin ke Filipina senilai Rp 629 juta, dan Ikan Tuna dan Gurita ke Jepang senilai Rp 1,5 miliar.

Selain ikan, sektor pertanian yang dikelola Sang Hyang Seri, member of ID Food, juga telah melakukan ekspor beras Long Grain kemasan lima kg ke Arab Saudi sebanyak 140 ton atau Rp 2 miliar.

"Anggota holding lainnya di sektor Perdagangan dan Logistik PT PPI juga telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton pada 2021 atau sekitar Rp 17 miliar. Realisasi saat ini sebanyak 223 ton," kata Arief.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya