DKI Jakarta Naik PPKM Level 2, Pengunjung Mal Stabil

Oleh Liputan6.com pada 16 Jan 2022, 19:30 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 19:30 WIB
Mal di Senayan Kembali Dibuka
Perbesar
Suasana gerai salon anak di Mall Senayan City, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta kembali dibuka pada Senin (15/6) di masa PSBB transisi dengan jumlah pengunjung masih dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan, tren pergerakan pengunjung pusat perbelanjaan atau mal relatif stabil meski kebijakan PPKM di DKI Jakarta berada pada level 2.

"Sampai dengan saat ini tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan relatif masih stabil," ujarnya kepada Merdeka.com, Minggu (16/1/2022).

Meski begitu, Alphonzus tidak merinci secara detail jumlah pengunjung pusat perbelanjaan selama kebijakan PPKM Level 2 diterapkan.

Alphonzus mengatakan, terjaganya stabilitas pengunjung di pusat perbelanjaan di mulai sejak Agustus 2021 lalu. Ini tak lepas dari sejumlah pelonggaran yang diberikan pemerintah lantaran terkendalinya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, ketatnya penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan juga diyakini berkontribusi terhadap penurunan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ancaman Varian Omicron

Mal Buka
Perbesar
Petugas keamanan di pusat perbelanjaan Bandung Electronic Center memeriksa suhu pengunjung sebagai salah satu protap kesehatan pencegahan Covid-19. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Terkait dengan ancaman penyebaran varian Omicron, pihaknya mengimbau mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19 di Indonesia.

"Karena tidak dapat dipastikan juga, apakah varian Omicron ini adalah varian terakhir atau bukan. Setelah varian Omicron bisa saja nantinya muncul varian-varian berikutnya," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk tetap memperketat protokol kesehatan di area pusat perbelanjaan. Antara lain melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi hingga pemeriksaan cek suhu tubuh bagi pengunjung.

"Karena sampai dengan saat ini masih belum dapat dipastikan Covid-19 akan berakhir," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya