Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Telur Ayam Mulai Turun

Oleh Liputan6.com pada 16 Jan 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 13:00 WIB
FOTO: Kenaikan Harga Minyak Goreng Penyumbang Utama Inflasi
Perbesar
Pedagang menata minyak goreng di sebuah pasar di Kota Tangerang, Banten, Selasa (9/11/2011). Bank Indonesia mengatakan penyumbang utama inflasi November 2021 sampai minggu pertama bulan ini yaitu komoditas minyak goreng yang naik 0,04 persen mom. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Harga sejumlah bahan pangan pada hari ini terpantau turun, seperti salah satunya telur ayam. Meski begitu, harga minyak goreng masih mahal.

Harga telur ayam di Pasar Tradisional Jungjang, Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat berangsur-angsur turun. Saat ini, harga bahan pangan tinggi protein dijual berkisar Rp22.000 sampai 24.000 per kilogram.

"Padahal, sebelumnya kan harga telur sempat sampai Rp30.000 per kilogram," ujar salah satu pedagang saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (16/1/2022).

Menurutnya, turunnya harga telur ayam tersebut lantaran tak lepas dari pasokan yang kembali normal. Selain itu, permintaan masyarakat juga telah berangsur normal setelah berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Jadi, sekarang telur mulai stabil lagi sepertinya," tekannya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minyak Goreng Masih Mahal

FOTO: Kenaikan Harga Minyak Goreng Penyumbang Utama Inflasi
Perbesar
Pedagang mengemas minyak goreng di sebuah pasar di Kota Tangerang, Banten, Selasa (9/11/2011). Bank Indonesia mengatakan penyumbang utama inflasi November 2021 sampai minggu pertama bulan ini yaitu komoditas minyak goreng yang naik 0,04 persen mom. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski begitu, harga minyak goreng masih terpantau mahal tidak seperti telur ayam yang telah berangsur turun. Sebab, komoditas pangan berbasis CPO tersebut masih dijual Rp19-000 hingga Rp 20.000 per liter.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh ibu Isem (50) selaku konsumen yang rutin berbelanja di pasar Tradisional Jungjang, Cirebon.

"Iya, minyak goreng ini yang masih mahal kada Rp19 ribu, kadang Rp20 ribu untuk satu liter. Padahal, biasanya minyak cuma Rp11.000 per liter," ucapnya.

Isem mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng di wilayah Cirebon sudah berlangsung cukup lama. Mengingat, lonjakan harga komoditas tersebut telah berlangsung sebelum perayaan Natal 2021.

"Minyak ini awet, belum juga turun hingga sekarang," tekannya.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga minyak goreng. Antara lain dengan melakukan operasi pasar dalam waktu dekat.

"Karena minyak ini kebutuhan pokok lah bagi masyarakat. Jadi, dengan kenaikan harga otomatis membebani masyarakat," tutupnya. 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya