Rupiah Lagi-Lagi Perkasa Merespons Data Inflasi AS

Oleh Tira Santia pada 13 Jan 2022, 10:50 WIB
Diperbarui 13 Jan 2022, 10:50 WIB
BCA Jan 2017
Perbesar
Pada 2017 diramalkan kurs rupiah akan bergerak menuju pelemahan dengan rata-rata 13.500 per dolar AS.

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank menguat pada pagi ini. Penguatan rupiah sebagai respons rilis data inflasi Amerika Serikat.

Kurs rupiah bergerak menguat 13 poin atau 0,09 persen ke posisi 14.311 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.324 per dolar AS.

"Penguatan rupiah terlihat dibarengi dengan penguatan mata uang lain terhadap dolar AS, sehingga dapat diindikasikan bahwa penguatan rupiah disebabkan oleh pelemahan pada dolar AS yang cukup signifikan," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menurut Nikolas, hal tersebut terjadi karena pelaku pasar melihat bahwa data inflasi AS cukup tinggi dan dalam basis tahunannya mencapai level tertinggi dalam empat dekade.

Inflasi di AS naik dari 6,8 persen (yoy) pada November 2021 ke 7 persen (yoy) pada Desember 2021, level tertinggi sejak 1982.

"Akibat kenaikan inflasi ini, para pelaku pasar terlihat melepas dolar AS dan beralih ke mata uang dan aset lainnya," ujar Nikolas.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prediksi Rupiah

Jangan dulu senang, Rupiah Masih Harus Tetap Waspada
Perbesar
Kurs rupiah yang sejak Rabu lalu menguat drastis, tak bisa menjadi alasan buatmu untuk tetap tenang.

Nikolas mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 14.230 per dolar AS hingga 14.350 per dolar AS.

Pada Rabu (12/1/2022) lalu, rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi 14.324 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.304 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya