Tingkat Okupansi Bus Capai 80 Persen Selama Natal dan Tahun Baru

Oleh Liputan6.com pada 02 Jan 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 02 Jan 2022, 19:00 WIB
FOTO: Libur Nataru, Penumpang Bus AKAP Wajib Tes Antigen
Perbesar
Calon penumpang saat akan menaiki bus AKAP di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (21/12/2021). Memasuki libur Natal dan Tahun Baru, Terminal Terpadu Pulogebang mulai ramai penumpang tujuan kota-kota besar di Sumatera, Jawa, dan Bali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat keterisian bus jarak jauh meningkat menjadi sekitar 80 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Angka ini melonjak dari dari kapasitas penumpang ditentukan pemerintah sebesar 75 persen.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, okupansi Nataru kali ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan periode Nataru 2020.

Di mana, pada saat itu kapasitas penumpang benar-benar sepi, akibat pembatasan dan larangan dari pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

"Okupansi kami sesuai ketentuan 75 persen, namun utilisasi unit meningkat signifikan sampai 80 persen," katanya saat dihubungi, Minggu (2/1).

Adapun peningkatan okupansi bus yang mencapai 80 persen tersebut terjadi untuk perjalanan wilayah jarak tanggung seperti Jakarta - Jawa Tengah (Yogyakarta) dan Jakarta - Jawa Timur atau ke Madura.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Utilisasi

FOTO: Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang Jelang Imlek
Perbesar
Petugas memasukkan barang bawaan penumpang ke dalam bagasi bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Berdasarkan data Dishub hingga pukul 14.00 WIB, Terminal Terpadu Pulo Gebang telah memberangkatkan 466 pemudik menuju luar Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara untuk jarak jauh seperti Sumatera-Jawa okupansi tetap meningkat, namun utilisasi tidak meningkat signifikan seperti  biasanya sebelum masa pendemi Covid 19.

"Untuk Siliwangi Antar Nusa (SAN) sendiri Alhamdulillah okupansi kami naik, namun seperti yang saya sampaikan di atas, berhubung SAN pelayanan nya mayoritas jarak jauh Alhamdulillah okupansi kami meningkat namun utilisasi tetap," tutup Kurnia yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya