Penumpang Kereta Api Naik 82,8 Persen di Libur Natal 2021

Oleh Liputan6.com pada 25 Des 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 25 Des 2021, 16:30 WIB
Mudik Natal dan Tahun Baru, Bandara Soetta Siapkan 478 Pesawat Ekstra
Perbesar
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara-Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019). Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan 478 pesawat ekstra untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat mudik libur Natal dan Tahun Baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan penurunan pergerakan penumpang di hari pertama penerapan kebijakan pengetatan protokol kesehatan yaitu 24 Desember 2021, jika dibandingkan dengan hari biasa sebelum pengetatan transportasi di masa libur Natal dan Tahun Baru 2021/2022. Namun, penumpang untuk angkutan kereta api justru naik 82,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Posko Monitoring Penyelenggaraan Transportasi di masa libur Nataru.

"Berdasarkan data pergerakan penumpang pada hari Jumat 24 Desember 2021 atau hari pertama kebijakan penerapan pengetatan prokes, semua moda angkutan mengalami penurunan jumlah penumpang dibanding hari biasa," demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, di Jakarta, Sabtu (25/12/2021).

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (tanggal 24 Desember 2020), terdapat penurunan maupun peningkatan jumlah penumpang di masing-masing moda angkutan.

"Peningkatan terjadi pada moda angkutan kereta api, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar Adita.

Adapun, rincian jumlah pergerakan penumpang pada 24 Desember 2021, jika dibandingkan dengan jumlah rata-rata pergerakan penumpang pada hari biasa sebelum masa pengetatan (17 Desember-23 Desember 2021), maupun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, di masing-masing moda angkutan, yakni sebagai berikut:

Pada angkutan jalan, jumlah pergerakan penumpang sebanyak 46.632 orang atau menurun 5,36 persen dibandingkan rata-rata hari biasa sebanyak 49.275 orang. Juga menurun 13,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 53.789 orang.

Pada angkutan penyeberangan, jumlah pergerakan penumpang sebanyak 72.286 orang atau menurun 15,67 persen jika dibandingkan rata-rata hari biasa sebanyak 85.719 orang. Juga menurun 38,01 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 116.620 orang.

Pada angkutan udara, jumlah pergerakan penumpang berangkat sebanyak 117.629 orang atau menurun 26,29 persen jika dibandingkan dengan rata-rata hari biasa sebanyak 159.594 orang. Juga menurun 22,84 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 152,456 orang.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Angkutan Laut dan Kereta Api

Pembatasan Perjalanan Kereta Api selama PPKM Darurat
Perbesar
Calon penumpang berlalu-lalang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api, terdiri dari 30 KA jarak jauh dan 14 KA local, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pada angkutan laut, jumlah pergerakan penumpang berangkat sebanyak 17.783 orang atau menurun 27,64 persen jika dibandingkan rata-rata hari biasa sebanyak 24.574 orang. Juga menurun 50,62 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 36.019 orang.

Pada angkutan kereta api, jumlah pergerakan penumpang sebanyak 54.344 orang atau menurun 1,33 persen dibandingkan rata-rata hari biasa sebanyak 55.075 orang. Namun meningkat 82,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 29.728 orang.

"Kami mengingatkan lagi bahwa di masa libur Nataru, prokes ketat nomor satu. Bagi masyarakat yang bepergian, agar mematuhi ketentuan sudah vaksin dosis lengkap dan tes antigen 1x24 jam, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Karena kita tidak ingin terjadi kenaikan kasus Covid-19 usai libur Nataru," ucap Adita.

Pada masa libur Nataru kali ini, Kemenhub melakukan pemantauan pergerakan penumpang di 48 terminal, 22 pelabuhan penyeberangan, 50 bandara, 51 pelabuhan, dan 13 Daop/Divre yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya