Perkuat Pengembangan Integrated Farming, Kementan Gandeng Petani Milenial

Oleh Liputan6.com pada 22 Des 2021, 10:08 WIB
Diperbarui 22 Des 2021, 10:13 WIB
Perkuat Pengembangan Integrated Farming, Kementan Gandeng Petani Milenial
Perbesar
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Liputan6.com, Trenggalek Kementerian Pertanian akan memaksimalkan peran petani milenial untuk mewujudkan integrated farming. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), juga berkomitmen memperkuat pengembangan integrated farming berbasis korporasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

"Pola integrated farming merupakan pengelolaan pertanian secara terpadu dan serasi yang berorientasi pada ekonomi dan ekologis di mana mengintegrasikan usaha pertanian dalam satu hamparan yakni tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan dan komoditas pertanian lainnya," ujarnya.

Dalam kunjungan di BPP Karangan, Kabupaten Trenggalek, beberapa waktu lalu, Mentan berharap sistem pertanian modern Integrated Farming System berbasis padi di lahan seluas 1.000 ha dapat diterapkan petani milenial.

Mentan Syahrul menegaskan, pengembangan SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneur tinggi adalah kunci agar sektor pertanian jadi semakin baik.

“Intinya ada di SDM. Dari SDM yang baik akan hadir tata kelola yang baik, dan adaptif sesuai tantangan zaman. Tidak ada lain, kecuali SDM pertanian harus kita cetak lebih banyak yang adaptif, memiliki inovasi yang kuat dan mampu mengimplementasikan riset, teknologi dan sains,” kata Mentan Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan usaha pertanian sangat menjanjikan karena memiliki pasar yang pasti dan menjadi basis ekonomi nasional bahkan sektor pertanian tumbuh paling tinggi di masa pandemi ini.

"Selain itu, nantinya program KUR akan didorong sebagai salah satu instrumen kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dasar masyarakat,” ungkap Dedi.

Salah seorang petani milenial asal Trenggalek yang mengembangkan Integrated Farming adalah Yusuf Mahardika.

Milenal yang juga DPM ini telah mengembangkan hijauan pakan ternak ( HPT ) dengan membudidayakan napier pakchong,gama umami dan odot super dengan kapasitas produksi 8 ton/panen. Selain fokus pada HPT, Yusuf juga mengembangkan budidaya cavendish

Untuk memastikan rencana sistem pertanian modern integrated farming, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, meninjau langsung kondisi di lapangan terkait rencana lokasi 2 kecamatan yang teraliri saluran irigasi dari Bendungan Tugu yakni Kecamatan Karangan yang terdiri dari 8 Gapoktan di 8 Desa seluas 586 ha dan Kecamatan Tugu terdiri dari 9 Gapoktan di 9 Desa seluas 414 ha.

“Saya berharap adanya peran petani milenial target dapat tercapai, baik dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang,” ungkap Santi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya