Top 3: Pemulihan Pasokan Listrik Terhambat di Gunung Semeru

Oleh Arief Rahman Hakim pada 06 Des 2021, 06:32 WIB
Diperbarui 07 Des 2021, 22:54 WIB
Saat Warga Selamatkan Benda Tersisa dari Amukan Erupsi Gunung Semeru
Perbesar
Seorang warga menyelamatkan barang-barangnya di area yang tertutup abu vulkanik setelah letusan gunung Semeru di desa Sumber Wuluh di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). (AFP /Juni Kriswanto)

Liputan6.com, Jakarta Bencana kembali melanda Indonesia. Kali ini, terjadi erupsi di Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Bencana ini menyebabkan kerusakan di berbagai lokasi. Salah satunya Jembatan Perak Piket Nol. Kondisi ini menghambat proses pemulihan pasokan listrik di wilayah itu.

Artikel tentang terhambatnya pemulihan pasokan listrik menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Senin (5/12/2021):

1. Jembatan Perak Lumajang Putus Imbas Gunung Semeru Meletus, Pemulihan Pasokan Listrik Terhambat

Jembatan Perak Piket Nol di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur putus akibat diterjang lahar dingin Gunung Semeru meletus. Kondisi ini menghambat proses pemulihan pasokan listrik di wilayah itu.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Adi Priyanto melansir mengatakan, sedikitnya ada 82 gardu distribusi dan 23.015 pelanggan yang terdampak padam akibat adanya hambatan itu.

"Beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau oleh petugas PLN dikarenakan adanya akses jalan utama yang putus akibat lahar dingin, seperti Jembatan Perak Piket Nol," kata Adi, seperti dikutip Minggu (5/12/2021).

Imbas banjir lahar dingin membuat jembatan patah dan akses menuju lokasi masih tertutup. Meski demikian personel PLN dipastikan siap segera mengamankan pasokan listrik saat akses kembali terbuka.

Berita Selengkapnya

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Abu Vulkanik Erupsi Gunung Semeru Tak Terlihat dari Citra Satelit

Kondisi Terkini Pasca Erupsi Gunung Semeru
Perbesar
Penduduk desa memeriksa di daerah yang terkena dampak letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru memuntahkan kolom tebal abu, gas yang membakar dan lava menuruni lerengnya dalam letusan tiba-tiba yang dipicu oleh hujan lebat. (AP Photo/Rokhmad)

AirNav Indonesia melaporkan jika pasca erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021 sore, abu vulkanik aktivitas gunung tersebut tak terlihat dari citra satelit.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi mengatakan AirNav telah mengeluarkan peringatan berupa ASH NOTAM dengan status Red Alert.

BACA JUGA:Menko PMK Akan Koordinasikan Kementerian dan Lembaga Tangani Erupsi SemeruNOTAM Office AirNav Indonesia merilis sejumlah ASH NOTAM (ASHTAM) terkait aktivitas erupsi Gunung Semeru tersebut dengan update detail terakhir, Nomor ASHTAM 2176 bersumber VAMR per 5 Desember 2021 pukul 10.30 WIB.

"Detail Abu Vulkanik : tidak ada abu vulkanik yang terpantau melalui citra satelit dan tidak terdapat laporan terbaru terkait aktivitas erupsi Semeru," tulisnya, Minggu (5/12/2021).

Berita Selengkapnya

3. Erick Thohir: Waktunya Pemerintah Bangun Destinasi Wisata Turis Lokal

Potensi pariwisata di berbagai wilayah Indonesia sangat besar. Peluang yang sama tingginya juga dengan tingkat kunjungan dari turis lokal maupun asing.

Pasca terdampak pandemi Covid-19, berbagai destinasi wisata berusaha untuk kembali pulih. Salah satunya destinasi wisata di Kota Bandung.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambangi salah satu tempat wisata dengan nuansa hutan, Taman Hutan Raya (Tahura).

Tahura disulap jadi makin menyala di malam hari berkat otak kreatif di Bandung atas dukungan Telkomsel.

"Disitulah saya rasa kenapa saya sangat apresiasi Telkomsel ini hadir. Dimana industri kreatif Bandung ini kan luar biasa, ya kita dukung," katanya saat mengunjungi acara Hutan Menyala, ditulis Minggu (5/12/2021).

Dengan adanya gelaran ini, Menteri Erick berharap hal serupa juga bisa dijalankan di lokasi-lokasi wisata lainnya. Tujuannya, mempercantik dan menarik minat para wisatawan lokal.

Berita Selengkapnya

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya