Sri Mulyani Siagakan APBN dan TKDD Hadapi Potensi Bencana, Termasuk Semeru Erupsi

Oleh Arief Rahman Hakim pada 05 Des 2021, 13:53 WIB
Diperbarui 05 Des 2021, 13:53 WIB
Menkeu Sri Mulyani Hadiri Seminar Nasional Nota Keuangan APBN 2020
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani memberi sambutan pada Seminar Nasional Nota Keuangan RAPBN 2020 : Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019). Sri Mulyani menjelaskan kondisi ekonomi global diselimuti awan hitam. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memerintahkan jajaran Kementerian Keuangan bersiaga memberikan dukungan APBN maupun alokasi transfer daerah dan dana desa (TKDD) untuk bencana erupsi Gunung Semeru.

Ini Sri Mulyani ungkapkan melalui akun instagram resminya @smindrawati, seperti dikutip Minggu (5/12/2021).

Tak hanya erupsi Gunung Semeru, kesiapsiagaan berlaku untuk menghadapi bencana alam yang bisa terjadi di Indonesia.

"Saya meminta jajaran Kemenkeu untuk bersiaga dalam mekanisme dukungan anggaran APBN maupun TKDD dalam menghadapi bencana alam yang berpotensi meningkat menjelang akhir tahun dan awal tahun," tulis bendahara negara ini.

Sri Mulyani menyampaikan doa bagi masyarakat terdampak Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021. "Mari berdoa untuk keselamatan seluruh rakyat di sekitar Gunung Semeru," tulis dia.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyebut status Gunung Semeru, Jawa Timur waspada atau berada di level dua usai terjadinya erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021 kemarin.

"Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau waspada," ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

Dia mengatakan, berdasarkan pantauan secara visual menunjukkan awas panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru.

Dalam keterangan resmi PVMBG, masyarakat diminta tidak beraktivitas di sekitar Gunung Semeru.

"Dalam status level II (waspada) agar masyarakat, pengunjung, wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 KM dari kawah atau puncak Semeru dan jarak 5 KM arah bukaan kawah di sektor Selatan Tenggara," demikian keterangan resmi PVMBG.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gunung Semeru Erupsi, Listrik 22.826 Warga Masih Padam

Penampakan Terkini Gunung Semeru
Perbesar
Gunung Semeru menjulang sehari setelah erupsi di atas desa Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (17/1/2021). Kendati demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) menegaskan status Semeru masih level II atau Waspada. (Juni Kriswanto / AFP)

PT PLN (Persero) masih terus berupaya  memulihkan kondisi kelistrikan di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru. Hingga kini, masih ada 79 gardu distribusi dan 22.826 pelanggan yang terdampak pemadaman.

Adapun wilayah yang masih padam di sekitaran Gunung Semeru  adalah Desa Pronojiwo, Desa Supit Urang, Desa Taman Ayu, Desa Tempursari dan Desa Curah Kobokan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adi Priyanto mengatakan, hingga Minggu (5/12) pukul 06.00 WIB, dari 112 gardu yang terdampak kini 33 gardu sudah menyala kembali. Di mana, sebanyak 7.697 pelanggan telah kembali mendapat penerangan listrik.

"Dalam upaya pemulihan listrik di lokasi bencana, bagi kami keselamatan masyarakat tetap yang utama," ujar Adi dalam keterangannya.

Adi menjelaskan, beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau petugas PLN dikarenakan adanya akses jalan utama (Jembatan Perak Piketnol) yang roboh akibat erupsi.

“Saat ini akses menuju lokasi masih tertutup, akibat patahnya jembatan Perak di Pronojiwo. Personil PLN akan segera mengamankan pasokan listrik di lokasi terdampak saat akses kembali dibuka, tentunya dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh personil dan berkoordinasi dengan BPBD dan TNI Polri,” papar Adi.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi turunnya abu panas lanjutan, di tengah intensitas hujan dan cuaca ekstrem yang menyertai.

"Bagi masyarakat jangan berada di dekat jaringan listrik, gardu, panel PJU ataupun pohon yang berpotensi roboh ketika terjadi cuaca ekstrem," imbuhnya.

Bagi masyarakat yang melihat terdapat potensi bahaya ketenagalistrikan atau membutuhkan layanan PLN dapat mengubungi melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center PLN 123

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya