Gunung Semeru Meletus, Pilot Tak Lihat Debu Vulkanik Akibat Awan Tebal

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 04 Des 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 04 Des 2021, 19:01 WIB
Fiersa Besari Kirim Doa untuk Warga di Sekitar Gunung Semeru yang Meletus Hari Ini
Perbesar
Fiersa Besari Kirim Doa untuk Warga di Sekitar Gunung Semeru yang Meletus Hari Ini. (twitter.com/FiersaBesari)

Liputan6.com, Jakarta Airnav Indonesia mengeluarkan update terkait dampak erupsi Gunung Semeru terhadap operasional penerbangan. International NOTAM Office AirNav Indonesia telah merilis 3 buah ASH NOTAM (ASHTAM) terkait aktivitas erupsi Gunung Semeru.

ASHTAM 2169 dengan sumber dari VAWR menerangkan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 pukul 09.48 UTC / 16.48 WIB berstatus Red Alert.

Terkait detail abu vulkanik, ketinggian dari permukaan tanah – Flight Level F500 (pengamatan pada pukul 09.30 UTC / 16.30 WIB), bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 50 knot.

Kemudian ASHTAM 2170, dengan sumber VAWR juga menerangkan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 pukul 09.40 UTC / 16.40 WIB berstatus Red Alert, dengan kondisi serupa dari abu vulkanik.

"Hasil pilot report terhadap Pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh," ungkap Airnav Indonesia, dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu (4/12/2021).

"Sampai berita ini disampaikan (4/12/2021) pukul 17.30 WIB, tidak ada dampak signifikan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia, baik di Cabang Surabaya, Cabang Denpasar, Cabang Semarang, Cabang Yogyakarta maupun Cabang Solo," terangnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gunung Semeru Meletus, Penerbangan Masih Beroperasi Normal

Gunung Semeru Meletus
Perbesar
Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan opersional bandara dan penerbangan di sekitar Gunung Semeru masih berjalan normal.

Hal ini menyusul letusan Gunung Semeru yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sore ini.

"Hingga saat ini operasional penerbangan dan bandara di sekitarnya masih beroperasi seperti biasa," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati kepada LIputan6.com, Sabtu (4/12/2021).

Dia menjelaskan, antisipasi dari Gunung Semeru meletus, pihak Airnav telah menerbitkan notifikasi untuk para pemangku kepentingan penerbangan untuk waspada terhadap abu dampak dari letusan Gunung Semeru.

Kemenhub pun memastikan akan terus memantau perkembangan terkini dari erupsi Gunung Semeru ini untuk dapat melakukan penyesuaian terhadap operasional penerbangan dan bandara di sekitar gunung tersebut.

"Kami akan terus memonitor perkembangan kondisi Semeru dan dampak letusannya untuk dapat disesuaikan dengan operasional bandara dan penerbangan," tutup dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya