Inflasi November Tertinggi Sepanjang 2021, BPS: Tanda Pemulihan Ekonomi

Oleh Liputan6.com pada 01 Des 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 01 Des 2021, 12:45 WIB
20161003-Pasar Tebet-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November 2021 sebesar 0,37 persen. Angka inflasi ini tertinggi sepanjang 2021yang dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak goreng, telur ayam ras, cabe merah dan daging ayam ras.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, kenaikan angka inflasi November 2021 menjadi tanda bahwa ekonomi Indonesia mulai membaik. Hal ini terlihat karena kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi oleh transaksi barang dan jasa.

"Ini tanda-tanda pemulihan ekonomi secara umum," jelas dia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Rabu (1/2/2021).

Selain bahan makan seperti minyak goreng, telur dan cabai, komponen lainnya juga menunjukkan peningkatan. Antara lain tarif angkutan udara 0,25 persen. Naiknya harga tiket pesawat terjadi karena permintaannya sudah mengalami kenaikan 0,05 persen.

"Ini sejalan dengan mobilitas penduduk yang semakin baik, makanya permintaan angkutan udara sudah naik," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Inflasi November 2021 Capai 0,37 Persen, Tertinggi Sepanjang Tahun

FOTO: Kenaikan Harga Minyak Goreng Penyumbang Utama Inflasi
Perbesar
Pedagang menata minyak goreng di sebuah pasar di Kota Tangerang, Banten, Selasa (9/11/2011). Bank Indonesia mengatakan penyumbang utama inflasi November 2021 sampai minggu pertama bulan ini yaitu komoditas minyak goreng yang naik 0,04 persen mom. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, yang merupakan inflasi tertinggi sepanjang tahun 2021.

“Secara month to month pada bulan November terjadi inflasi sebesar 0,37 persen. Ini kalau kita perhatikan selama tahun 2021 merupakan inflasi yang tertinggi di tahun 2021,” kata Kepala BPS, Margo Yuwono dalam konferensi Pers Rilis BPS, Rabu (1/12/2021).

Sementara, inflasi tahun kalender Januari-November 2021 menjadi sebesar 1,30 persen (year to date/ytd), dan inflasi tahun ketahun menjadi sebesar 1,75 persen juga tertinggi.

“Sedangkan untuk inflasi salah secara year on Year di bulan November ini tercatat sebesar 1,75 persen dan ini juga tinggi sepanjang tahun 2021. Jadi baik secara month to month maupun year on year inflasi November tahun 2021 ini merupakan inflasi tertinggi di tahun 2021,” jelasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya