Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini 1 Desember 2021, Berapa?

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 01 Des 2021, 08:45 WIB
Diperbarui 01 Des 2021, 08:45 WIB
20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4
Perbesar
Harga jual emas batangan Antam ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 599.000 per gram, Jakarta, Senin (10/10). Jumlah itu tidak mengalami perubahan dari harga perdagangan akhir pekan kemarin, yakni Rp 599.000 per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau Antam pada Rabu (1/12/2021) turun Rp 5.000 per gram menjadi Rp 925 ribu per gram. Sehari sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 930 ribu per gram.

Sedangkan harga emas Antam buyback turun lebih dalam yaitu Rp 6.000 menjadi di Rp 820 ribu per gram. Dengan harga patokan ini, Antam akan membeli kembali emas dari konsumen sebesar Rp 820 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.11 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Antam juga menyediakan emas dalam corak dan bentuk lain selain batangan. Seperti emas batik, koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.600.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.560.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Daftar Harga Emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 512.500

* Pecahan 1 gram Rp 925.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.790.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.660.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.400.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.745.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.737.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.395.000

* Pecahan 100 gram Rp 86.712.000

* Pecahan 250 gram Rp 216.515.000

* Pecahan 500 gram Rp 432.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 865.600.000

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Emas Merosot, Investor Spekulasi Pernyataan The Fed

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 666 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas merosot pada hari Selasa karena investor terpaku pada pernyataan yang tampaknya hawkish dari ketua Federal Reserve AS. Pelemahan ini sekaligus menghapus kenaikan dari reli lebih dari 1 persen yang dipicu oleh kekhawatiran atas varian virus corona Omicron.

Dikutip dari CNBC, Rabu (1/12/2021), harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1.773,21 per ons pada 14:14. ET (1914 GMT). Emas berjangka AS turun 0,5 persen pada USD 1,776,5.

Harga sebelumnya naik sebanyak 1,3 persen di awal sesi setelah peringatan dari CEO Moderna bahwa vaksin COVID-19 cenderung kurang efektif terhadap varian baru.

Dalam sebuah kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat AS, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan The Fed kemungkinan akan membahas percepatan pengurangan pembelian obligasi skala besar pada pertemuan berikutnya.

Komentar Powell mendorong sedikit rebound dalam dolar AS, yang telah stabil sejak saat itu.

"Semua orang mendapat sedikit kejutan karena Powell bergerak lebih dekat ke sisi hawkish," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA, menambahkan The Fed kemungkinan akan menerapkan kenaikan suku bunga pada kecepatan yang lebih cepat.

Emas digunakan untuk lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Tetapi dalam jangka panjang, emas akan didukung oleh kekhawatiran atas varian virus, tambah Moya.

Penurunan emas datang bersamaan dengan penurunan di Wall Street setelah komentar Powell mengisyaratkan pergeseran yang lebih cepat ke kebijakan pengetatan melukai sentimen risiko yang sudah terbebani oleh kekhawatiran atas Omicron. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya