Top 3: Modus Korupsi yang Terjadi di Garuda Indonesia Terbongkar

Oleh Arief Rahman Hakim pada 30 Nov 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 30 Nov 2021, 06:30 WIB
Garuda Indonesia Tutup 97 Rute Penerbangan
Perbesar
Pesawat Garuda terparkir di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) erick Thohir mengatakan, kerugian yang terjadi pada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) karena bisnis model yang salah sejak lama.

Industri penerbangan di Indonesia sebenarnya memiliki pasar yang cukup besar. Namun Garuda Indonesia justru melakukan ekspansi yang tidak tepat.

Tanggapan Erick Thohir soal masalah Garuda Indonesia ini menjadi berita yang paling banyak dicari. Selain itu, masih ada berita lain yang tak kalah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Selasa (30/11/2021):

1. Menteri BUMN Erick Thohir Ungkap Modus Korupsi yang Terjadi di Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) erick Thohir mengatakan, kerugian yang terjadi pada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) karena bisnis model yang salah sejak lama.

Industri penerbangan di Indonesia sebenarnya memiliki pasar yang cukup besar. Namun Garuda Indonesia justru melakukan ekspansi yang tidak tepat.

"Kita punya domestic market yang cukup kuat tetapi kita tergoda untuk pergi keluar terus karena enak kalau keluar dilayani," jelas Erick Thohir dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya seperti ditulis, Senin (29/11/2021).

Erick Thohir melanjutkan, tidak hanya soal pembukaan jalur penerbangan saja. Ekspansi yang tidak tepat juga terjadi pada pembelian atau sewa pesawat dan bahkan sampai dikorupsi.

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. 7 Fakta Covid-19 Varian Omicron, Sudah Masuk ke Indonesia?

COVID-19
Perbesar
Ilustrasi COVID-19 (2/9/2020).

Pada 25 November Afrika Selatan telah mengumumkan adanya varian baru  virus covid-19 yang merebak di salah satu negara bagian mereka. Varian tersebut dinamakan Omicron, dan varian baru itu mengandung 50 mutasi yang dapat mempengaruhi kecepatan penularan.

Selain itu, kemampuan varian omicron mampu menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin ataupun antibodi yang dihasilkan secara natural akibat infeksi covid-19 varian sebelumnya.

Lantas bagaimana langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia terkait varian baru tersebut?

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut fakta-fakta varian virus covid-19 omicron, dirangkum oleh Liputan6.com, Senin (29/11/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Jokowi Tegaskan Tak Ada Pasal dalam UU Cipta Kerja yang Dibatalkan oleh MK

FOTO: Unjuk Rasa Buruh Tuntut Pencabutan UU Cipta Kerja
Perbesar
Buruh melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (10/11/2021). Buruh menuntut pemerintah untuk mencabut UU Cipta Kerja dan meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mundur. (merdeka.com/Imam Buhori)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan kepada para menteri untuk segera melaksanakan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Cipta Kerja. Untuk diketahui MK mengamanatkan kepada pemerintah dan DPR untuk merevisi UU Ciptaker paling lama dua tahun.

"Saya telah memerintahkan kepada menko dan menteri terkait untuk menindaklanjuti keputusan MK tersebut secepatnya," jelas Jokowi dikutip dari youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/11/2021).

Jokowi juga memastikan bahwa keputusan MK mengenai revisi UU Cipta Kerja ini tidak berdampak kepada aturan turunan atau aturan pelaksana yang telah dibuat oleh pemerintah. Aturan yang ada tersebut tetap berlaku. 

"Dengan dinyatakan masih berlakunya UU Cipta kerja oleh MK maka seluruh materi dan subtansi dalam UU Cipta kerja dan aturan sepenuhnya tepat berlaku tanpa ada satu pasal pun yang dibatalkan atau dinyatakan tidak berlaku oleh MK," tegas jokowi.

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya