Pemerintah Klaim Selalu Berhasil Kendalikan Peningkatan Kasus Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 28 Okt 2021, 14:31 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 14:31 WIB
Pandemi COVID-19, Pemakaman di Manila Akan Ditutup
Perbesar
Sebuah keluarga mengunjungi makam seorang kerabat di sebuah pemakaman di Manila (28/10/2021). Pemerintah setempat akan menutup pemakaman nasional untuk Hari Semua Orang Kudus karena pandemi virus corona Covid-19. (AFP/Ted Aljibe)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah selalu bisa menurunkan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Puncak kenaikan kasus pertama pada Oktober-September 2020, lalu Januari-Februari 2021 dan Juni-Juli 2022.

"Kalau ada penularan Covid-19 naik, maka pasti kita bisa turunkan lagi, seperti yang kemarin puncaknya Juni-Juli ini kenaikannya luar biasa dan tertinggi sekali tapi setelah itu kita bisa turunkan," kata Suahasil di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Pengendalian kasus yang dilakukan pemerintah dengan membatasi mobilitas dan kegiatan ekonomi. Meskipun hal ini berdampak pada perekonomian dan bisnis sangat terpengaruh.

"Nah kita turunkannya (kasus Covid-19) ini dengan pembatasan kegiatan ekonomi dan ini berpengaruh pada bisnis," kata dia.

Pola yang sama kata dia akan terus dilakukan bila terjadi kenaikan kasus Covid-19 terjadi. Sehingga aktivitas masyarakat diturunkan. "Jadi kalau naik, ini bisa kita turunkan," kata dia.

Suahasil mengingatkan menurunnya kasus Covid-19 bukan berarti virusnya hilang. Dia menyebut virusnya akan tetap ada meskipun kasus harian mengalami tren penurunan.

"Kalau sudah turun bukan berarti virusnya akan hilang, tapi virusnya akan tetap ada dan jangan salah ini bisa naik lagi," kata Wakil Menteri Keuangan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Covid-19 Turun Terus

FOTO: Kesibukan Tim Medis Bawa Pasien COVID-19 ke Wisma Atlet
Perbesar
Petugas jaga mengecek data pasien COVID-19 yang dibawa petugas medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pemerintah menyiapkan 2.700 tempat tidur di RSD Wisma Atlet untuk merawat pasien COVID-19 dengan kondisi sedang dan ringan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saat ini Indonesia tengah mengalami tren penurunan kasus. Kasus harian tercatat hanya 626 pasien. Angka ini bisa mendekati nol namun potensi untuk kembali meningkat tetap masih ada. Untuk itu, demi menjaga kondisi ini terus berlanjut dia meminta agar masyarakat tetap taat pada protokol kesehatan.

"Virus ini selalu bersama kita makanya kita jaga protokol kesehatan biar grafiknya (kasus Covid-19) tidak naik ke atas," kata dia.

Alasannya, naik turunnya kasus berdampak langsung pada kinerja perekonomian. Kasus yang tinggi membuat mobilitas masyarakat tertahan dan perekonomian melemah. Sebaliknya bila kasus menurun, aktivitas ekonomi kembali bergerak dan perekonomian kembali berputar menuju arah pemulihan.

"Grafik ini berhubungan terbalik dengan gerak ekonomi dan mobilitas. Inilah yang disebut dynamic of the new business environment. Kita berada di situasi saat ini," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya