Menko Airlangga Beberkan Solusi Turunkan Biaya Logistik di Pelabuhan Indonesia

Oleh Tira Santia pada 28 Okt 2021, 10:45 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 10:45 WIB
FOTO: Ekspor Impor Indonesia Merosot Akibat Pandemi COVID-19
Perbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, digitalisasi menjadi solusi pemerintah untuk menurunkan biaya logistik di pelabuhan. Hal itu disampaikan dalam acara Virtual Expo Maritime Indonesia 2021, Kamis (28/10/2021).

Menko Airlangga menjelaskan, saat ini dunia sedang mengalami gangguan rantai suplai logistik atau supply chain logistics terutama terkait dengan kebutuhan kontainer yang terbatas. Sementara permintaan logistik antar negara meningkat.

“Kemudian juga pelabuhan-pelabuhan internasional yang masih menjadi bottleneck (kemacetan) dan ini ditambah dengan kenaikan harga-harga komoditas akibat demand yang naik secara cepat,” kata dia.

Menurutnya, untuk menghadapi tantangan tersebut, sektor pelayaran dan kepelabuhan harus bisa beradaptasi dengan tingginya permintaan (demand). sekaligus harus mencari jalan keluar agar biaya logistik yang merupakan jantung dari perdagangan internasional bisa terjaga.

“Dari sisi pemerintah upaya digitalisasi diharapkan Memperbaiki kondisi supply and demand dan tentu dengan National Logistics Ecosystem (NLE) bisa menyelaraskan supply and demand daripada lalu lintas barang, kargo, bahkan dokumentasi sejak kedatangan, pengangkut hingga barang tiba di gudang,” ujarnya.

Atas upaya tersebut, diharapkan biaya logistik menjadi efisiensi dan bisa turun. Menurutnya, biaya logistik ini akan turun jika supply and demand logistik yang efisiensi bisa dicapai tidak hanya di dalam negeri tetapi di luar negeri.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Super Tax Deduction

20161025-Tol-Laut-IA6
Perbesar
Petugas berjaga didekat KM Caraka Jaya Niaga III-4 yang digunakan sebagai kapal tol laut logistik Natuna di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/10). Tol Laut tersebut bertujuan menekan disparitas harga di Natuna. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Untuk mendukung hal itu, di dalam negeri pemerintah memberikan insentif dalam bentuk Super Tax Deduction yakni insentif berupa pengurangan pajak dari penghasilan bruto paling tinggi 200 persen bagi pelaku usaha dan pelaku industri yang melakukan kegiatan pengembangan vokasi.

“Dimana ini juga diharapkan bisa digunakan di industri pelayaran, terutama juga untuk mendorong agar talenta-talenta kita memiliki kemampuan baru di bidang digitalisasi termasuk di logistik,” ujarnya.

Airlangga tidak bisa dipungkiri, bahwa peran digital merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari berbagai sektor. Dimana digital ini berperan menjadi infrastruktur.

Dia berharap di sektor pelabuhan dan pelayaran serta maritim dapat mengoptimalisasikan efisiensinya dengan melakukan digitalisasi.

“Tentu kolaborasi antar berbagai sektor antara pemerintah swasta dan juga berbagai pihak perlu terus ditingkatkan dan saya mengapresiasi Virtual Expo Maritim Indonesia dan saya harapkan bisa berkontribusi positif untuk meningkatkan digitalisasi di sektor maritim,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya