IMF Peringatkan Krisis Ekonomi Afghanistan Melebar ke Negara Tetangga

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 21 Okt 2021, 14:31 WIB
Diperbarui 21 Okt 2021, 14:31 WIB
Denyut Ekonomi Afghanistan usai Berkuasanya Taliban
Perbesar
Pedagang penukaran uang Afghanistan menunggu pelanggan di halaman pasar pertukaran mata uang Sarai Shahzada, menyusul pembukaan kembali bank dan pasar setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, pada Sabtu (4/9/2021). (AP Photo/Wali Sabawoon)

Liputan6.com, Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa krisis ekonomi di Afghanistan dapat memicu dampak pada negara-negara tetangga, termasuk Turki dan Eropa.

Dikutip dari BBC, Kamis (21/10/2021) IMF menyebutkan ekonomi Afghanistan akan berkontraksi hingga 30 persen tahun ini - yang dapat mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan dan menyebabkan krisis kemanusiaan,

Dikatakan juga bahwa negara tetangga Afghanistan akan lebih terdampak karena mereka bergantung pada dana untuk perdagangan.

Diketahui, aset asing dibekukan dan sebagian besar bantuan non-kemanusiaan telah dihentikan di Afghanistan, membuat arus masuk uang tunai semakin berkurang ke negara itu.

"Masuknya pengungsi dalam jumlah besar dapat membebani sumber daya publik di negara-negara penerima pengungsi, memicu tekanan pasar tenaga kerja, dan menyebabkan ketegangan sosial, menggarisbawahi perlunya bantuan dari komunitas internasional," kata IMF.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penampungan Pengungsi Dibutuhkan Dana yang Besar

Denyut Ekonomi Afghanistan usai Berkuasanya Taliban
Perbesar
Seorang pedagang penukaran uang Afghanistan menunggu pelanggan di pasar Sarai Shahzada, menyusul pembukaan kembali bank dan pasar setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, pada Sabtu (4/9/2021). (AP Photo/Wali Sabawoon)

Meskipun belum diketahui jelas berapa banyak pengungsi Afghanistan, IMF memperkirakan jika ada satu juta lebih penampungan, salah satunya di Tajikistan, akan menelan biaya sebesar USD 100 juta.

Sementara di Iran nilainya mencapai USD 300 juta dan USD 500 juta di Pakistan.

Bulan lalu, Tajikistan diketahui tidak mampu menerima pengungsi dalam jumlah besar kecuali menerima bantuan keuangan internasional.

Sementara negara-negara Asia Tengah lainnya mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menampung pengungsi dari Afghanistan.

Negara-negara terdekat juga akan dirugikan oleh hilangnya Afghanistan sebagai mitra dagang utama.

Pemerintah Inggris memperkirakan negara-negara OECD menyumbangkan sebesar  USD 65 miliar ke Afghanistan dari 2001 hingga 2019 - sebagian besar digunakan untuk menyaring Iran, Pakistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan melalui perdagangan.

IMF juga memperingatkan ada kekhawatiran bahwa dana yang masuk ke negara itu dapat digunakan untuk membiayai terorisme dan pencucian uang.

Pekan lalu, anggota kelompok negara ekonomi G20 berjanji untuk memasukkan miliaran dolar ke dalam ekonomi Afghanistan untuk mencegah bencana ekonomi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya