BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Mentok di 4,3 Persen

Oleh Liputan6.com pada 19 Okt 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 16:00 WIB
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Turun 5,6 Persen Akibat Covid-19
Perbesar
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia terus membaik hingga triwulan I-2021. Sehingga, keseluruhan 2021 tetap berada dalam kisaran 3,5 sampai 4,3 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan, pada triwulan III 2021 kinerja perekonomian terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari kinerja ekspor yang tetap tinggi.

"Serta, aktivitas konsumsi dan investasi yang kembali meningkat sejalan pelonggaran pembatasan mobilitas," imbuhnya dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Oktober 2021, Selasa (19/10/2021).

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), kinerja LU Industri Pengolahan, Pertambangan, Perdagangan, serta Informasi dan Komunikasi tumbuh tinggi. Secara spasial, pemulihan ekonomi terutama pada wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ditopang kinerja ekspor.

"Perbaikan ekonomi berlanjut tercermin pada perkembangan indikator dini hingga Oktober 2021, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, serta ekspor," bebernya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Proyeksi 2022

FOTO: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perbesar
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Oleh karena itu, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 terus melanjutkan tren perbaikan. Salah satunya didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan akselerasi vaksinasi.

"Lalu, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut," ungkapnya.

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya