Erick Thohir Ingatkan RNI Tak Terbuai Pujian: Bisa Jadi Racun

Oleh Arief Rahman Hakim pada 19 Okt 2021, 12:40 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 12:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi.
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi. (Dok. RNI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mewanti-wanti PT RNI yang baru saja meluncurkan beberapa produk baru untuk tetap rendah hati. Pada usia RNI ke 57 tahun, Erick thohir meminta perusahaan untuk tidak menjadikan banyaknya pujian jadi racun yang menghalangi perkembangan dan profesionalisme.

Dengan demikian, ia berharap berbagai transformasi main model bisnis, produk hingga human capital masih akan terus terjadi di BUMN klaster pangan ini. Apalagi, kata dia, transformasi yang dilakukan di tubuh BUMN telah terlihat lebih baik dari kacamata Presiden Joko Widodo.

“Jadi kita harapkan ini terjadi apalagi, Pak Presiden sangat tekankan transformasi di BUMN (terus terjadi), ini jauh dari yang beliau lihat 7 tahun lalu, dan ini jangan jadi racun, karena pujian itu racun,” katanya dalam peluncuran produk dan puncak HUT ke 57 RNI, Selasa (19/10/2021).

“tapi ini harus memastikan jadi penyemangat pondasi, kalau kita mau gotong royong kerjasama, kita dibantu oleh Allah,” tambahnya.

Ia juga berharap kepada seluruh pihak yang terlibat dalam membangun ekosistem pangan di Indonesia untuk saling bergotong royong.

“Saya harapkan yang hadir disini ayo kita satukan hati untuk melakukan perubahan di ekosistem pangan sehingga impactfulnya bisa merata,” kata Menteri Erick.

Ia mengatakan, dalam program-program yang dijalankan oleh BUMN juga dekat dengan rakyat, baik sektor UMKM, human capital, dan pembukaan lapangan kerja.

“karena itu saya sangat berharap program Makmur ini sukses, saya sudah pimpin tiga kali rapatnya langsung, dan saya lihat langsung. Karena kita ingin perbaiki ekosistem,” katanya.

Bahkan, meninjau capaian program yang dijalankan BUMN lainnya, ia meminta program Makmur bisa mengikuti jejak suksesnya Mekaar, dan gabungan BRI Pegadaian dan PNM yang membangun Senyum.

“Saya berharap transformasi yang dilakukan RNI group ini bisa terjadi saya harap makmuur kerja sama Pupuk Indonesia, RNI, Himbara, dan Swasta ini bisa sukses seperti Mekaar. Apalagi sama-sama ‘M’, ditambah lagi penggabungan BRI, PNM, Pegadaian, jadi Senyum, kan pas tuh, Mekaar, Makmur, Senyum,” katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Launching Produk

Gedung RNI
Perbesar
(Foto: Ilustrasi RNI)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RNI, Arif Prasetyo Adi menuturkan ada beberapa produk yang baru diluncurkan oleh RNI. Diantaranya, beberapa produk unggulan seperti beras Rania kemasan 5kg, varian premium, sedap pulen.

Seluruh produk yang diluncurkan tersebut, merupakan produk lokal yang diserap dari petani lokal.

“Kemudian ada raja gula kemasan baru, ini 1 kg kemasan baru, akan ada minyak goreng rania, nusi hand sanitizer, tisu dan masker. Produk berkualitas tersebut disiapkan untuk keterjangkauan, serta akses pasar produk pangan dalam negeri,” tuturnya.

Ia mengatakan, produk ritel yang diluncurkan ini tak terlepas dari peran kolaborasi BUMN klaster pangan dengan stakeholder, baik dalam produksi hingga pemasaran, baik sektor privat maupun pemerintah.

“Kami menyimak dan langsung meeting-kan, pesan pak presiden untuk selalu gotong royong, tak jadi menara gading, dan jadikan BUMN klaster pangan jadi lokomotif klaster pangan, mindset, penyederhanaan BUMN, adaptasi model bisnis, keberpihakan teknologi, mampu bersaing dan kompetisi,” katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya