Cerita Erick Thohir 2 Tahun Bangun Core Value BUMN

Oleh Tira Santia pada 17 Okt 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 09:05 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir
Perbesar
Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Liputan6.com, Jakarta - Erick Thohir bercerita pengalamannya selama dua tahun menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Cerita tersebut ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pengarahan Presiden RI kepada Para Direktur Utama BUMN.

"Terus terang beban karena ini jumlahnya besar sekali jumlahnya," Kata Erick dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (17/10/2021).

Namun, Erick melanjutkan, Kementerian BUMN tidak mundur dan langsung bergerak dengan meluncurkan lima prioritas utama yang langsung disosialisasikan kepada seluruh BUMN.

Langkah selanjutnya adalah mencari core value dari manusia di BUMN. Dari situ maka kemudian muncul AKHLAK yang merupakan Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

Ini menjadi sebagai standar nilai perilaku yang menjadi pedoman dalam berbudaya kerja dalam mewujudkan spirit BUMN Untuk Indonesia.

Langkah selanjutnya Kementerian BUMN fokus merestrukturisasi dari 108 BUMN menjadi 41 BUMN dan dari 27 klaster menjadi 12 klaster.

Erick Thohir juga bercerita mengenai keberpihakan BUMN terhadap perempuan dan kepemimpinan muda. Ia menargetkan 25 persen kepemimpinan wanita di 2023 dan 10 persen pemimpin di bawah 41 tahun pada 2023.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perintah Jokowi ke Erick Thohir: BUMN Sakit, Tutup!

Pengarahan Presiden Jokowi kepada Direktur Utama BUMN. Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Kementerian BUMN)
Perbesar
Pengarahan Presiden Jokowi kepada Direktur Utama BUMN. Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Kementerian BUMN)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri BUMN Erick Thohir menutup BUMN yang masuk kategori sakit. Jokowi menyinggung perihal penyertaan modal negara (PMN) pada sejumlah perusahaan BUMN.

"Kalau yang lalu-lalu BUMN-nya banyak keseringan kita proteksi. Sakit tambahin PMN, sakit suntik PMN, maaf terlalu enak sekali dan akhirnya itu yang mengurangi nilai-nilai yang tadi saya sampaikan, kompetisi gak berani, bersaing gak berani, mengambil resiko gak berani, bagaimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dikutip Sabtu (16/10/2021).

Jokowi selanjutnya menegaskan, agar Kementerian BUMN sebagai pemegang saham perseroan untuk tidak lagi melakukan proteksi kepada BUMN.

"Jadi tidak ada namanya proteksi-proteksi lagi itu, sudah dilupakan Pak Menteri (Erick Thohir) yang namanya proteksi-proteksi," pungkasnya.

"Yang mau kita bawa ini adalah bagaimana BUMN bisa go internasional. Jadi harus bisa mulai menata, adaptasi pada model bisnis, dan teknologinya. Itu yang terpenting," jelas Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi meminta Erick Thohir mengambil keputusan pembubaran terhadap perusahaan yang masuk kategori sakit atau yang tidak lagi beroperasi, meski nama BUMN-nya masih tercatat, guna mendorong BUMN lain untuk bisa berkompetisi di kancah global.

"Kalau Pak Menteri sampaikan ada perusahaan seperti ini (sakit), kondisi seperti ini, tutup saja! Tidak ada selamat-selamatin kalau sudah begitu," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya