Pemerhati Pangan Nilai Keberadaan Bapanas Tidak Efektif, Kembalikan BKP ke Tangan Kementan

Oleh Reza pada 16 Okt 2021, 16:23 WIB
Diperbarui 16 Okt 2021, 16:23 WIB
Mentan SYL Sebut Sektor Pertanian Adalah Kekuatan Masa Depan Indonesia
Perbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menyampaikan kuliah umum di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa (24/8/2021).

Liputan6.com, Jakarta Pemerhati pangan yang juga politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago menganggap pembentukan Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas) dinilai tidak efektif. Justru sebaliknya, ia khawatir keberadaan Bapanas hanya mengakomodir pihak tertentu yang memiliki keinginan impor. Bagi Irma, hal itu tidak sejalan dengan semangat para petani yang sedah gigih meningkatkan produksi setiap hari.

"Saya khawatir, jika Bapanas ini terbentuk maka akan terjadi tumpang tindih kewenangan dan bukan tidak mungkin badan ini nantinya akan menjadi bagian dari kepentingan oknum-oknum yang pro impor pangan," ujar Irma dalam siaran pernyataanya, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Selain itu, keberadaan Bapanas yang akan menarik Badan Ketahanan Pangan Kementan juga dinilai akan mengacaukan cita-cita swasembada yang selama ini dijalankan melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satunya adalah program food estate yang mengakpmodir semua kepentingan bangsa untuk membangun pertanian berbasis korporasi.

"Pada akhirnya saya lihat cita-cita swasembada pangan hanya menjadi program ompong saja. Makanya, jika badan ini terbentuk sebaiknya kewenangannya tetap berada di bawah kementrian operasional nya yaitu kementan dengan koordinasi efektif pada kementrian teknis yaitu mendag, menkeu dan menko perekonomian tentunya," katanya.

Menurut Irma, kinerja Kementan dibawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo sejauh ini sangat memuaskan. Terbukti dari semua ancaman dan tantangan yang ada, pertanian tetap tumbuh dan tangguh. Sektor ini bahkan menjadi penyelamatan ekonomi di tengah pandemi.

"Saat ini kinerja kementan sudah on the track, tetapi memang tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan karena mencetak sawah baru, lahan baru itu tidak sama dengan memberdayakan sawah dan lahan yang sudah ada, banyak faktor yang menjadi tantangan," katanya.

Untuk itu, Irma berharap semua pemerhati pangan agar mendukung upaya Kementan dalam mewujudkan pertanian yang lebih baik. Pertanian maju, mandiri dan modern. "Memang yang dibutuhkan saat ini adalah supporting dan trust, karena tanpa itu badan apapun yang akan dibentuk hanya akan jadi program pencitraan saja ( good idea but finishing touch ) itu menurut saya," katanya.

"Sekali lagi menurut saya kewenangan BKP harus tetap menjadi tanggungjawab kementan dan pengelolaan nya berada dibawah kementrian ini. Karena jika kewenangannya diberikan pada kementrian lain ataupun pada menko maka saya yakin badan ini hanya akan jadi bancakan otoritas, karena akan terjadi tumpang tindih kewenangan yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan kegaduhan baru dan saling tunjuk terhadap pencapaian swasembada pangan," tutupnya.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya