Menkeu AS Minta Perbaikan Integritas Data di IMF dan Bank Dunia

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 15 Okt 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 15 Okt 2021, 18:00 WIB
Janet Yellen, pemimpin departemen keuangan AS yang ditunjuk oleh presiden terpilih Joe Biden.
Perbesar
Janet Yellen, pemimpin departemen keuangan AS yang ditunjuk oleh presiden terpilih Joe Biden. (Twitter/ @NewYorkFed)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen menyerukan "tindakan keras" oleh lembaga keuangan internasional dalam melindungi integritas data dan mencegah kesalahan setelah isu kecurangan data Bank Dunia mencuat.

Dalam sebuah pernyataan kepada komite pengarah Dana Moneter Internasional (IMF), Yellen juga menyerukan langkah-langkah lembaga keuangan internasional dalam meningkatkan sistem internal mereka untuk perlindungan pelapor, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (15/10/2021).

Yellen juga menyampaikan bahwa AS akan memantau perkembangan dengan cermat dan mengevaluasi fakta serta temuan baru jika tersedia.

Dewan eksekutif IMF pada Senin (11/10) membebaskan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dari tuduhan setelah meninjau sebuah klaim yang menyebutkan bahwa dia dan pejabat Bank Dunia lainnya memberikan "tekanan yang tidak semestinya" pada staf bank untuk mengubah data dalam laporan Doing Business 2018 untuk mendukung China.

Dalam pernyataannya kepada Komite Moneter dan Keuangan Internasional IMF (IMFC) dan Komite Pembangunan Bank Dunia, Yellen memperingatkan bahwa temuan penyelidikan dapat membahayakan kedua lembaga kecuali jika ditangani.

"Hasil investigasi penyimpangan dalam Doing Business dapat mengurangi kepercayaan pada lembaga keuangan internasional jika tidak ada tindakan tegas untuk meningkatkan akuntabilitas, melindungi integritas data, dan mencegah pelanggaran," ujar Yellen.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ragam Respons dari Pejabat AS

Logo IMF
Perbesar
(Foto: aim.org)

Yellen mengatakan Georgieva pada saat itu bahwa, meskipun tidak ada cukup bukti langsung untuk menjamin pemberhentiannya, AS memandang tuduhan itu sah dan serius. Menkeu AS tersebut juga menuntut langkah proaktif untuk memastikan integritas data IMF dan perlindungan pelapor.

Anggota partai Republik di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator James Risch mengatakan: "Kami tidak tahu apa yang terjadi, dan sekarang kami mungkin tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, meninggalkan awan kecurigaan atas laporan penelitian Bank Dunia dan IMF di masa depan".

Risch, bersama dengan ketua panel dari partai Demokrat, Senator Robert Menendez, sebelumnya telah meminta pertanggungjawaban penuh dalam isu tersebut.

Sementara itu, Ketua IMFC Magdalena Andersson, yang merupakan menteri keuangan Swedia, mengatakan ia yakin dewan IMF melakukan tinjauan menyeluruh sebelum menyatakan dukungannya untuk Georgieva.

"Ini benar-benar pekerjaan menyeluruh yang dilakukan oleh dewan IMF, dan kesimpulan dari analisis menyeluruh itu adalah bahwa ada dukungan penuh dan bulat untuk Kristalina ... cara dia melakukan pekerjaannya sebagai direktur pelaksana IMF, "kata Andersson kepada wartawan pada konferensi pers IMFC.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya