BPK Bakal Audit Proyek Transportasi, Kemenhub Siap Dukung

Oleh Arief Rahman Hakim pada 13 Okt 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 13 Okt 2021, 20:45 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah meluncurkan aplikasi “Charge.In”.  (Foto: Kemenhub)
Perbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah meluncurkan aplikasi “Charge.In”. (Foto: Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terkait pembangunan transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, sektor transportasi selain berperan penting memberikan akses keterhubungan bagi masyarakat, juga sekaligus berperan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hal ini menjadi upaya bersama negara-negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan sesuai yang diatur dalam resolusi PBB tentang Tujuan Pembangunan Yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s).

“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, termasuk dalam transportasi,” jelas Menhub dalam keterangan resmi, Rabu (13/10/2021).

Ia menyebutkan komitmen Indonesia di sektor transportasi tersebut ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan angkutan umum seperti pembangunan MRT, LRT, Kereta Cepat, serta Bandara dan Pelabuhan Hijau.

Menhub Budi mengungkapkan, walaupun di tengah pandemi yang memukul perekonomian dan sektor transportasi, Kemenhub tetap menjalankan program pengembangan sosial ekonomi yang seimbang, inklusif, dan berkelanjutan.

“Komunitas global akan mengambil semua kesempatan pemulihan ekonomi dengan memasukkan aspek berkelanjutan dalam agenda pembangunan mereka melalui pelaksanaan “Green Recovery Program” sebagai perubahan mendasar. Oleh karenanya, pengawasan dan pelaksanaan program dan kebijakan yang diambil oleh para pemangku kepentingan merupakan hal yang sangat penting,” ujar Menhub Budi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Selanjutnya

Jokowi Resmikan Proyek Jalur Ganda Kereta Bogor
Perbesar
Presiden Jokowi bersama Menhub Budi Karya Sumadi meninjau lokasi Groundbreaking proyek Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Bogor-Sukabumi di Cicurug, Jumat (15/12). Proyek tersebut dilaksanakan secara multiyears dan diharapkan selesai 2020. (dok. Setpres)

Lebih lanjut, Menhub Nudi mengapresiasi upaya Badan Pemeriksa Keuangan RI sebagai salah satu auditor eksternal dalam organisasi internasional seperti IMO, WMU dan IMLI.

“Apa yang dilakukan BPK RI ini dapat meningkatkan kontribusi Indonesia di kancah internasional, dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,”ujar Menhub dalam konferensi yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara itu, Ketua BPK RI Dr. Agung Imam Sampurna menyampaikan, BPK RI merancang audit khusus untuk implementasi pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keterkaitan antara target sasaran yang berfokus pada pengurangan emisi dari sektor transportasi, integrasi konservasi energi moda transportasi, dan pembangunan infrastruktur jalan.

BPK RI bersama dengan Badan Pengawas Keuangan Negara Tiongkok dan Thailand ditunjuk oleh PBB menjadi inisiator untuk melakukan audit dengan tema transportasi berkelanjutan yang akan menjadi panduan audit bagi 80 negara anggota lainnya untuk melakukan audit serupa di negaranya masing-masing.

Turut hadir dalam forum ini yaitu Wakil Ketua BPK RI Agus Joko Pramono dan para Anggota BPK RI. Forum diskusi ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC), dan Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya