Menteri Investasi Rayu Volkswagen Masuk Industri Mobil Listrik di Indonesia

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 12 Okt 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 12 Okt 2021, 10:30 WIB
Sempat Dicekal, Volkswagen Akhirnya Garap Crossover Di Amerika
Perbesar
Pekerja pabrik VW memilih menentang putusan serikat pekerja dan mendukung keputusan perusahaan menggenjot produksi di pabrik Chattanooga.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menceritakan program pengembangan ekosistem kendaraan/mobil listrik di Indonesia kepada pabrikan otomotif asal Jerman, Volkswagen.

Bahlil mengatakan, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik. Volkswagen (VW) di Eropa dan seluruh dunia.

Lebih lanjut, dia juga terus mendorong Volkswagen untuk merealisasikan rencana investasi mereka dalam industri pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.

"Saya datang langsung ke sini (Jerman) untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan pemerintah Indonesia. Kami akan urus langsung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10/2021).

Bahlil yakin dengan potensi Indonesia yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Hal ini dinilainya jadi peluang bagi produsen mobil listrik di dunia untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia.

"Saya ingin ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik di Indonesia agar industri ini tumbuh pesat. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan dan harga pun menjadi kompetitif," imbuh Bahlil.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dipertimbangkan

vw-pabrik-130817b.jpg
Perbesar
Pabrik mobil volkswagen

CEO Volkswagen Group Components Thomas Schmall berpendapat, pihaknya juga ingin mengetahui lebih lanjut terkait rantai nilai potensial bahan baku baku baterai dari Indonesia.

Itu untuk kebutuhan pabrik baterai di Eropa yang akan datang serta informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II tahun 2025 mendatang," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya