Bank Mandiri Kembangkan NLE Ditjen Bea Cukai Demi Permudah Transaksi Logistik

Oleh Tira Santia pada 11 Okt 2021, 13:10 WIB
Diperbarui 11 Okt 2021, 13:10 WIB
Penyaluran Bantuan Subsidi Upah bagi Pekerja
Perbesar
Pekerja mengurus proses BSU melalui Bank Mandiri di PT Perusahaan Industri Ceres, Bandung, Jumat (10/9/2021). Bank Mandiri mengoptimalkan seluruh jaringan perseroan di wilayah yang terdekat dengan lokasi kerja penerima agar dapat mempercepat proses penyaluran. (Liputan6.com/HO/Mandiri)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka mendorong industri logistik nasional agar dapat terus mendukung kinerja sektor perdagangan dan meningkatkan penerimaan negara.

Bank Mandiri ikut andil dalam kembangkan layanan jasa perbankan berbasis IT dan terintegrasi dengan platform National Logistic Ecosystem (NLE) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan sinergi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan transaksi finansial logistik kepada para pelaku usaha, dalam hal ini eksportir/importir, maupun perusahaan logistik (service provider).

“Kerjasama ini juga sejalan dengan keinginan dan komitmen dukungan Bank Mandiri selama ini kepada visi, misi dan strategi Dirjen Bea & Cukai dalam penataan ekosistem logistik nasional serta bagian dari program BUMN Untuk Indonesia,” kata Darmawan dalam Perjanjian Kerjasama Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu dan Mandiri, di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Sebagai informasi, NLE merupakan realisasi arahan Presiden Jokowi melalui Perpres No. 5 Tahun 2020 Tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Sebagai platform logistik, NLE bertujuan untuk mendukung simplifikasi proses logistik yang berdampak pada percepatan layanan serta efisiensi biaya.

Integrasi sistem antara platform NLE dengan Bank Mandiri ini memanfaatkan layanan Virtual Account Biller yang dikombinasikan dengan Mandiri Virtual Account (MVA) dalam pengelolaan keuangan, baik proses identifikasi transaksi logistik, pembayaran dan proses disbursement.

“Inisiatif ini akan menghasilkan data keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung penataan ekosistem logistik nasional yang kontinyu, aksesibel, efektif dan akuntabel,” ujarnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembayaran Kepabeanan dan Cukai

Alat pembayaran Financial Super App Livin’ By Mandiri serta Mandiri Kartu Kredit, Mandiri Debit dan e-Money Bank Mandiri. (Istimewa)
Perbesar
Alat pembayaran Financial Super App Livin’ By Mandiri serta Mandiri Kartu Kredit, Mandiri Debit dan e-Money Bank Mandiri. (Istimewa)

Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan, sinergi Bank Mandiri dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah dimulai sejak 2016 dengan inisiasi pemanfaatan mini ATM untuk meningkatkan transaksi pembayaran kepabeanan dan cukai.

Lalu pada 2019, dilanjutkan dengan pengembangan integrasi Inquiry ID Billing Bea Cukai menggunakan NPWP yang dapat diakses melalui Mandiri Cash Management.

Kedua inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong program transformasi digital di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia serta mengoptimalkan penerimaan negara dari layanan Kepabeanan dan Cukai.

“Ke depan, kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan baik ini kiranya dapat terus dilanjutkan sejalan dengan transformasi digital yang tengah dilakukan Bank Mandiri dan juga inovasi Ditjen Bea Cukai dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, guna meningkatkan kualitas SDM dan menaikkan penerimaan negara dari Kepabeanan dan Cukai,” pungkasnya.   

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya