Layanan Logistik untuk Ekspor-Impor Kini Bisa Dibayar Lewat Mandiri Virtual Account

Oleh Liputan6.com pada 11 Okt 2021, 12:40 WIB
Diperbarui 11 Okt 2021, 12:40 WIB
Kinerja Kerja Ekspor dan Impor Menurun
Perbesar
Suasana bongkar muat peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Agustus 2019 menurun. Total ekspor Indonesia mencapai US$ 14,28 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Guna mendukung Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistics Ecosystem/NLE), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Tim Pelaksana Penataan Ekosistem Logistik Nasional dan Bank Mandiri tentang Layanan Perbankan melalui Ekosistem Logistik Nasional.

“Pada hari ini PKS nya di fokuskan pada Penataan Ekosistem Logistik Nasional, dan ini sudah dibentuk timnya ada di institusi Presiden Tahun 2020 dan kebetulan Ibu Menteri Keuangan sebagai ketuanya dan Menko perekonomian dan Menko Marinves sebagai pengarahnya,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani, Senin (11/10/2021).

Tujuan kerjasama dengan Bank Mandiri ini akan mempermudah pengguna jasa Pelabuhan dan bandara dalam pembayaran atas layanan ekosistem logistik nasional melalui Mandiri virtual Account.

Pengguna jasa dapat mengakses NLE untuk mendapatkan layanan logistik dari hulu ke hilir baik dari arus barang masuk ke wilayah Indonesia, pengiriman barang keluar negeri dan pergerakan barang di dalam negeri.

Adapun dalam pelaksanaannya, sudah berjalan secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Mas, dan di Pelabuhan Belawan, serta Pelabuhan di Batam.

“Dalam melaksanakan ini alhamdulillah Nasional Ekosistem Logistik ini sudah berjalan bertahap di Tanjung Priok, tanjung mas, Belawan, dan beberapa bulan yang lalu dengan para Menteri, pak menko dan ibu Menkeu launching di Batam logistik ekosistem,” ujarnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Layanan Jasa Perbankan

20161018-Ekspor Impor RI Melemah di Bulan September-Jakarta
Perbesar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski saat ini penerapan layanan jasa perbankan berbasis IT dan terintegrasi dengan platform National Logistic Ecosystem (NLE) baru diterapkan di 4 pelabuhan, namun Pemerintah menargetkan di tahun 2021 bisa diterapkan di 10 pelabuhan.

“Pak Menko Luhut dan Ibu Menkeu mengharapkan dari target awal kami mungkin hanya 4-5 pelabuhan tapi para Menteri mengharapkan bisa sampai 10 pelabuhan sampai tahun 2021 ini.

Kerjasama ini banyak manfaatnya, yaitu mengefisienkan kegiatan di Pelabuhan dan Bandara, mempermudah dalam hal perizinan, efisiensi biaya, efisiensi waktu dan Sumber Daya Manusia (SDM), yang tentu menjadi komitmen Nasional Logistik  Ekosistem.

“Harapan kami kerjasama ini akan bermanfaat bukan hanya untuk kita di Bea cukai, Mandiri. Tapi juga akan bermanfaat bagi ekonomi kita, dan kami melihat kompetitifnes kita terhadap negara lain akan lebih seimbang baik dalam hal perizinan, efisiensi biaya, efisiensi waktu dan SDm menjadi komitmen Nasional Logistik Ekosistem ini,” pungkasnya.   

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya