Erick Thohir: Sarinah Jadi Bukti Sejarah Tak Boleh Dilupakan

Oleh Arief Rahman Hakim pada 28 Sep 2021, 16:45 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 16:46 WIB
FOTO: Gedung Pusat Perbelanjaan Pertama di Indonesia Segera Direnovasi
Perbesar
Warga berolahraga di trotoar sekitar Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan akan melakukan renovasi Gedung Sarinah dengan total anggaran senilai Rp 700 miliar yang akan dimulai pada Juni 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Proyek pembangunan gedung PT Sarinah terus dikebut setelah molor karena terdampak pandemi. Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan kawasan gedung Sarinah tersebut bisa beroperasi pada Maret 2022 mendatang.

“Progresnya sangat bagus kita rencanakan awalnya itu di Agustus 2021, kita fokuskan nanti untuk membukanya di bulan maret tahun depan, saya rasa ini membuktikan bahwa sejarah tak boleh dilupakan,” katanya saat mengunjungi tempat konstruksi Sarinah, Selasa (28/9/2021).

Kembali hadir bersama beberapa orang finalis GirlsTakeOver, Menteri Erick menyebut nantinya gedung Sarinah ini akan muncul dengan sesuatu yang berbeda.

“Ini kepada sarinah bagian sejarah tapi dengan ekosistem baru, bisnis model baru,” katanya.

Salah satunya, yang ia minta adalah gedung ini akan menjadi sentra untuk mendukung UMKM dan produk lokal sehingga diharapkan mampu mendorong bangkitnya produk lokal tanah air.

“Kita sudah saatnya membangun nasionalisme merek lokal kita, generasi muda kita kreator lokal kita luar biasa kualitasnya,” katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Etalase Dunia

FOTO: Gedung Pusat Perbelanjaan Pertama di Indonesia Segera Direnovasi
Perbesar
Warga beristirahat di kawasan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan akan melakukan renovasi Gedung Sarinah dengan total anggaran senilai Rp700 miliar yang akan dimulai pada Juni 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Lebih lanjut, Menteri Erick menambahkan dengan menjadi sentra bagi UMKM dan produk lokal, ini mampu menjadi etalase merek lokal untuk ditunjukkan kepada dunia.

Meski begitu, ia tetap berpesan untuk para UMKM dan pemilik produk lokal yang nantinya menempati tempat ini untuk selalu memperhatikan kualitas.

“Semua merek lokal adalah kualitas ekspor ke depan,” katanya.

Rencananya, nanti pada sisi atas gedung akan ada trading house sebagai tempat transaksi. Jadi akan ada fasilitas-fasilitas yang memudahkan pengunjung maupun pelaku usaha.

“Ini kita lakukan beda dengan tentu wilayah mal lain, ini tetap musti berbisnis tapi berpihak (kepada) lokal dan kegiatan transaksi serta pendampingan ada di atas,” katanya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah membantu pengerjaan gedung Sarinah ini.

“Saya ucapkan terima kasih ke bumn yang terlibat, ada WIKA, dan partner kontraktor yang bisa bekerja terus yang bisa jaga sesuai dengan arah,” katanya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya