Biro Regulasi Keuangan Shenzhen Mulai Selidiki Raksasa Properti Evergrande

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 28 Sep 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 19:00 WIB
Kehidupan Perkotaan di Wuhan Terus Berangsur Kembali Normal
Perbesar
Warga mengunjungi pasar malam di Jalan Baocheng di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 1 Juni 2020. Kehidupan perkotaan di Wuhan, wilayah yang sempat terdampak parah oleh COVID-19, telah berangsur kembali normal. (Xinhua/Xiong Qi)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Shenzhen di China sedang menyelidiki unit pengembang perusahaan real estate Evergrande. Langkah tersebut menandai tindakan pertama dari penyelidikan resmi terhadap krisis manajemen keuangan di raksasa real estate tersebut.

Evergrande, pengembang properti yang kini menghadapi utang besar di dunia. perusahaan ini berutang USD 305 miliar dan kekurangan uang tunai. Hal ini tentu saja memicu kekhawatiran para investor dan dapat menyebar ke sistem keuangan China, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (28/9/2021).

Dalam sebuah surat kepada investor, Biro Regulasi Keuangan Shenzhen mengatakan bahwa departemen terkait dari pemerintah Shenzhen telah mengumpulkan opini publik tentang Kekayaan Evergrande dan meluncurkan penyelidikan menyeluruh terhadap masalah terkait perusahaan.

Hal ini juga mendesak Evergrande dan Evergrande Wealth untuk segera membayar investor mereka, menurut surat itu, yang dikirim menyusul permintaan penyelidikan.

Baik Evergrande, maupun pemerintah Shenzhen mengomentari hal itu. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Evergrande Tak Bayar Utang Tepat Waktu Picu Kekhawatiran Investor

Cegah Kenaikan Kasus COVID-19, China Perketat Pembatasan
Perbesar
Orang-orang berjalan melintasi jembatan penyeberangan di lingkungan dengan dugaan kasus virus corona di Beijing (15/9/2021). China memperketat penguncian dan meningkatkan pesanan untuk pengujian massal di kota sepanjang pantai timurnya di tengah lonjakan kasus COVID-19. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Ketika krisis likuiditas semakin dalam, Evergrande awal bulan ini melewatkan pembayaran atas produk manajemen kekayaan (WMP), yang menyebabkan protes oleh investor yang khawatir mereka tidak akan pernah mendapatkan uang mereka kembali.

Evergrande, yang sama dengan konglomerat lain yang berutang besar, mengeluarkan produk manajemen kekayaan (WMP) dengan imbal hasil tinggi kepada investor - cara pinjaman populer yang menghindari pembatasan pinjaman pemerintah.

Lebih dari 80.000 orang – termasuk karyawan Evergrande, keluarga dan teman mereka serta pemilik properti perusahaan itu – membeli WMP melalui Evergrande yang mengumpulkan lebih dari USD 15,47 miliar dalam lima tahun terakhir, dan sekitar 40 miliar yuan dari investasi luar biasa, menurut manajer penjualan Evergrande Wealth dan investor.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya