Vaksin Booster akan Berbayar, Pemerintah Hanya Gratiskan untuk Penerima Bantuan Iuran

Oleh Tira Santia pada 27 Sep 2021, 18:08 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 18:09 WIB
FOTO: Pelaku Sektor Jasa Keuangan Jalani Vaksinasi COVID-19 di Tennis Indoor Senayan
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelaku sektor jasa keuangan di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Sebanyak 100 ribu dosis vaksin disediakan untuk pelaku sektor jasa keuangan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembahasan rencana vaksin booster atau vaksinasi dosis untuk umum akan diselesaikan pekan depan.

“Bapak Presiden juga memberikan arahan terkait dengan vaksinasi Booster yang di mana diharapkan bisa diselesaikan dalam minggu depan,” kata Menko Airlangga dalam Konferensi pers PPKM, Senin (27/9/2021).

Disamping itu Menko Airlangga menjelaskan terkait vaksin booster akan digratiskan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan ditanggung oleh APBN yang ditujukan untuk 87,4 juta jiwa.

“Ada yang berbasis kepada PBI ataupun APBN ini ada 9 kebutuhannya adalah dengan populasi 87,4 juta jiwa. Kebutuhannya adalah 97,1 juta dosis dengan perhitungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menko menyampaikan terkait vaksinasi untuk anak usia 11 dan 12 tahun kebutuhannya untuk 4,4 juta jiwa dan memerlukan 9,9 juta dosis vaksin. Kendati demikian, perhitungan kebutuhan vaksin lainnya akan dikalkulasikan lagi lebih detail.

“Ini bapak Presiden memberikan arahan bawah ini akan dikalkulasi secara lebih detail tentunya ini diperlukan untuk menahan terhadap apabila ada gelombang ketiga dan ini akan diperhitungkan sesuai dengan masyarakat yang di vaksin,” ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Vaksin

Maka, rencananya sebanyak 50-60 persen Pemerintah akan membiayai vaksin booster untuk PBI, dan sisanya vaksin berbayar. Tentu untuk penentuan harga dan hal lainnya akan diatur kembali.

“Apakah itu 50 atau 60 ini akan terus didorong sedangkan sisanya nanti akan didorong melalui vaksin berbayar, dari segi harga vaksin dan yang lain akan dimatangkan kembali dan ini diperkirakan untuk 93,7 juta jiwa,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya