Kendati Ada PPKM, Menteri Bahlil Klaim Investasi Turunnya Tidak Tinggi

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2021, 20:20 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 20:20 WIB
Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala BKPM
Perbesar
Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala BKPM

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menilai penurunan ekonomi Indonesia akibat gelombang kedua Covid-19 lebih terkendali meskipun diterapkan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat yang ketat.

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021, dari indikator investasi penurunan yang terjadi cenderung turun melandai.

"Sekalipun PPKM ketat, turunnya tidak tinggi, dia ini turunnya melandai," kata Bahlil dalam Rilis Temuan Survei Nasional Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Minggu (26/9).

Bahlil mengakui kebijakan PPKM membuat penciptaan lapangan kerja di sektor informal sangat terdampak. Hal ini tidak terlepas dari ambruknya sektor UMKM yang terkena dampak paling besar karena pembatasan mobilitas.

Untuk itu dari sisi investasi, strategi yang dibuat pemerintah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Salah satunya dengan pengembangan kawasan pendorong perekonomian nasional yang harus segera berjalan.

"Kita akan tetap cetak penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan mendorong kawasan perekonomian nasional harus terjadi agar menjadi pusat ekonomi," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pusat Pertumbuhan Baru

Diklatda HIPMI Jaya Sinergikan Pengusaha Muda dalam Kebangkitan Ekonomi
Perbesar
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberi sambutan pada pembukaan Diklatda HIPMI Jaya 2021 di Jakarta, Kamis (23/9/2021). Diklat yang dihadiri sekitar 300 anggota dan pengurus diharapkan dapat menciptakan pengusaha yang tangguh, profesional dan negarawan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Saat ini kata Bahlil sudah ada beberapa wilayah yang akan menjadi pusat pertumbuhan baru. Misalnya pabrik baterai mobil pertama Asia Tenggara di Karawang yang sudah dimulai groundbreakingnya. Selain itu, bulan depan, pabrik yang sama juga akan dibuka di Maluku Utara.

Dua kawasan ini merupakan implementasi dari investasi senilai USD 9,8 miliar. Dia berharap dua kawasan ini akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru di Indonesia.

"Insha Allah ini sudah mulai kelihatan," kata dia mengakhiri.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya