Duet Menko Luhut dan Airlangga Disebut Efektif Turunkan Covid-19 di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 18:00 WIB
Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 Indonesia di Atas Rata Rata Global
Perbesar
Pengendara motor menunggu lampu merah di dekat mural melawan COVID-19 di Jakarta, Kamis (17/11/2020). Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah sangat optimistis dalam pengendalian pandemi Covid-19. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta Duet Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dinilai efektif menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagi tugas penanganan Covid-19 kepada 2 menteri. Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ditugaskan menangani di wilayah Jawa-Bali dan Menko Airlangga Hartarto untuk wilayah di luar Jawa-Bali.

Menurut Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia sudah seharusnya penanganan Covid-19 dilakukan berdasarkan pembagian kawasan. Sebab Indonesia merupakan negara kepulauan dan luas.

"Di Papua saja luas wilayahnya 3,5 kali Jawa. Bayangkan kalau ini hanya diurus oleh Pak Airlangga, makanya penanganan harus dilakukan bersama-sama dengan baik," kata dia di Jakarta, Minggu (26/9/2021).

Bahlil mengatakan hasil kerja dua menko tersebut pun dirasa efektif. Buktinya, penyebaran virus varian delta sudah mulai bisa terkendali dengan kasus harian yang sudah turun drastis dibandingkan periode puncak penyebaran.

"Saya pikir hasilnya bisa kita rasakan sekarang. Alhamdulillah urusan pandemi ini perlahan mulai turun sekali . Ini duet yang positif," ungkap Bahlil.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Bisa Dibebakan ke Satu Orang

Intip Aktivitas Pasein COVID-19 saat Jalani Isolasi Mandiri
Perbesar
Pasien Covid dengan status Orang Tanpa Gejala beraktivitas di Graha Wisata Taman Mini, Jakarta Timur, Minggu (20/6/2021). Jakarta kembali mencatat temuan kasus baru Covid-19 terbanyak sepanjang pandemi, yakni 4.895 dari 16.797 orang yang dites Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ibukota. (Liputan6.c

Secara khusus Bahlil menilai penanganan pandemi di Jawa-Bali oleh Luhut dilakukan berdasarkan kemampuan dan pengalaman militernya.

Sedangkan di luar Jawa-Bali, Airlangga memiliki kemampuan dalam jaringan untuk melakukan penetrasi ke daerah.

"Jawa-Bali oleh Pak Luhut dengan kemampuan dan pengalamannya. Di luar Jawa-Bali dilakukan Pak Airlangga dengan kemampuan jaringannya untuk melakukan penetrasi dengan daerah," jelas dia.

Dalam penanganan gelombang kedua ini, Bahlil mengatakan koordinasi aktif dilakukan masing-masing pihak. Tak terkecuali dirinya sebagai menteri yang mengurusi masalah investasi.

Kerja sama ini menurutnya harus terus dilakukan oleh berbagai pihak. Tidak hanya di kalangan internal pemerintah tetapi juga dengan pihak-pihak lain, termasuk masyarakat.

Sebab kata dia, penanganan pandemi tidak bisa dibebankan kepada satu orang. Melainkan harus dikerjakan secara bersama.

"Tapi sebaik-baiknya senior kami ini, kalau tidak dibantu sulit juga. Makanyanya kita butuh kerja sama, masalah ini enggak bisa dibebankan kepada satu orang, harus dicicil bersama-sama," kata dia mengakhiri.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya