3 Tips Bisnis Agar Usaha Berbeda dan Sukses Dilirik

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 07:00 WIB
Adira Finance Mencari Creativepreneur Sejati untuk Diberikan Modal Usaha
Perbesar
Ilustrasi bisnis.

Liputan6.com, Jakarta Memiliki usaha adalah hal yang wajar dan umum terjadi. Hanya saja yang harus dijadikan pedoman adalah berkomitmen pada prinsip usaha atau bisnis yang telah ditetapkan.

Menjadi unik dan berbeda itulah yang dicari pemula sebelum memulai usaha bisnisnya. Namun, tidak jarang juga yang melakukan plagiasi agar dapat sama-sama mendapatkan keuntungan.

Dalam setiap inovasi yang diciptakan, tidak akan terlepas dari namanya keretakan atau ketidaksempurnaan, tetapi bagaimana seorang pengusaha dapat tetap terus berkembang agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan sukses.

Ketika seseorang dapat memiliki pengalaman yang kaya, menarik, dan daya tarik yang kuat, justru akan menarik pelanggan/audiens yang lebih luas untuk menciptakan gaya bisnis baru.

Tidak dapat disanggah bahwa pandemi COVID-19 mengubah cara dan sistem kerja yang telah berlaku selama ini.

Peluang yang dapat dilihat adalah bagaimana bisnis yang dijalankan dapat berdampak bagi orang-orang meskipun berada di tengah situasi seperti ini.

Melansir dari Forbes, Sabtu (24/9/2021), keunikan dalam berbisnis dapat menjadi kunci utama agar memiliki usaha yang berbeda, unik, dan otentik dibandingkan usaha-usaha lainnya.

Ada 3 cara yang dapat diterapkan jika Anda ingin punya bisnis yang otentik dan sukses.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Langkah Awal

Ilustrasi Grafik Perkembangan, Penjualan, dan atau Pencapaian Perusahaan dan Bisnis
Perbesar
Ilustrasi Grafik Perkembangan, Penjualan, dan atau Pencapaian Perusahaan dan Bisnis. Kredit: Freepik

1. Jangan Pisahkan Bisnis dan Kesenangan

Jangan memisahkan bisnis Anda dengan kesenangan/hobi yang dimiliki. Suatu saat hobi Anda akan dapat sangat membantu dalam menjalin relasi dengan klien.

Perbedaan antara pekerjaan dan hobi bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan bisnis. Maksud dari pernyataan di atas adalah ketika klien Anda memiliki hobi atau kesenangan yang sama, akan lebih mudah menjalin relasi dengan minat yang sama.

Kemungkinan lainnya, klien Anda dapat merasa kenyamanan saat berbisnis dengan Anda. Ketika ada kesamaan-kesamaan tertentu yang secara tidak langsung, dapat membuat perusahaan Anda lebih mudah untuk dikenal orang.

2. Bukan Mencapai Kesempurnaan

Memiliki kesempurnaan dalam bisnis menjadi hal yang umum untuk diinginkan pengusaha. Seringkali dalam berbisnis, demi menuju kesempurnaan, Anda justru menjadi faktor utama yang mengacaukan segala pekerjaan.

Berbuat salah adalah wajar karena semua manusia melakukan hal tersebut. Sebaliknya, klien Anda juga tidak mengharapkan Anda harus melulu menjadi sempurna. Mereka mengharapkan yang terbaik yang bisa Anda lakukan.

Justru ketika terjadi sebuah kesalahan, jadikan itu sebagai motivasi dan perbaikan untuk ke depannya agar bisnis Anda bisa lebih berhati-hati dalam melakukan atau memutuskan sesuatu.

Namin, jika Anda adalah tipe orang yang profesional, hindarilah hal-hal seperti ini. Perilaku dan tindakan yang diperbuat akan memberikan tekanan tidak hanya pada diri sendiri, tetapi pada orang lain.

Lepaskan apa yang menjadi kekurangan, jangan terlalu berusaha keras untuk menutupinya. 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Manfaat Kisah Anda

20151109-Ilustrasi Bisnis Media Online
Perbesar
Ilustrasi Bisnis Media Online (iStockphoto)

3. Gunakan Cerita Anda

Menggunakan kisah dan pengalaman pribadi untuk menarik perhatian orang lain merupakan salah satu langkah yang tepat. Namun, bercerita untuk mengharapkan orang lain melihat diri Anda sebagai orang baik adalah hal yang salah.

Itu bukan cerita, melainkan kebohongan dan rekayasa semata untuk menarik perhatian.

Ceritakanlah kenyataan yang sesungguhnya. Terkadang ada beberapa orang yang ingin mendengar jatuh bangun kisah usaha Anda hingga akhirnya dapat berkembang sampai ke tahap ini. 

Cerita-cerita ini akan menjadi motivasi secara tidak langsung. Perlu dipastikan untuk melihat situasi terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan mereka, misalnya dengan bertanya pada diri sendiri, “Apakah cerita yang bagus, sempurna, atau cerita perjuangan?”, “Dimana Anda memosisikan diri saat bercerita?”.

Anda tidak hanya harus menceritakan kisah Anda sendiri. Pelanggan juga dapat memiliki cerita, seperti halnya karyawan Anda. Temukan cara untuk menenunnya menjadi kisah-kisah menarik tersebut.. 

Reporter: Caroline Saskia

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya