Bandara Kualanamu Tawarkan Peluang Investasi 3 Proyek Infrastruktur

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 16 Sep 2021, 20:18 WIB
Diperbarui 16 Sep 2021, 20:25 WIB
Bandara Kualanamu
Perbesar
Selain syarat terbang ke Jawa dan Bali, untuk ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga harus memiliki hasil swab PCR

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Angkasa Pura Aviasi, mengadakan market sounding peluang investasi di Bandara Kualanamu secara virtual pada Kamis, 16 September 2021.

Terdapat 3 proyek infrastruktur yang ditawarkan dari bandar udara yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatra Utara ini. Antara lain Airport City seluas 135 ha yang terdiri dari hotel, convention hall, lapangan golf dandriving range, theme park, retail, dan rumah sakit.

Kemudian e-Commerce Center Warehouse dengan luas lahan 2 ha, dan Integrated Commercial Area-Factory Outlet and MICE seluas 20 ha.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan menilai, pelayanan infrastruktur bandara yang dapat meningkatkan iklim investasi sangat dibutuhkan. Terutama pada kondisi bisnis bandara yang sedang turun.

"Dengan adanya ketiga proyek yang ditawarkan ini, kami yakin dapat mendukung pengelolaan Bandara Kualanamu, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatra Utara maupun Indonesia," kata Nurul, Kamis (16/9/2021).

Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris menyampaikan, pihaknya saat ini dalam tahap mencari mitra strategis untuk menjadi rekan dalam mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu.

Mitra strategis nantinya akan menjadi pemegang saham maksimal 49 persen di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara sebesar 51 persen saham akan dikuasai Angkasa Pura II.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menguntungkan

Bandara  Internasional Kualanamu
Perbesar
Foto: Reza Perdana/ Liputan6.com

Haris meyakinkan, model pengembangan bandara ini akan menguntungkan dan mengakselerasi peningkatan bisnis kebandarudaraan Indonesia.

Keuntungan dari strategic partnership ini antara lain masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang terdiri dari capex commitment dan upfront payment. Kemudian pengembangan aset Kualanamu guna mewujudkan perluasan tarif, berbagi keahlian, dan kemitraan berkeadilan untuk menjadikan Bandara Kualanamu sebagai International Airport Hub di kawasan barat Indonesia.

"Dengan adanya kolaborasi antara pemangku kepentingan dengan mitra usaha ini diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi (economic driver) di kawasan barat Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra Utara," ujar Haris.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya