Realisasi Ekspor Nonmigas Cirebon Capai USD 58 Juta pada Agustus 2021

Oleh Tira Santia pada 16 Sep 2021, 15:20 WIB
Diperbarui 16 Sep 2021, 15:20 WIB
Ilustrasi objek wisata Keraton Kasepuhan Cirebon
Perbesar
Ilustrasi objek wisata Keraton Kasepuhan Cirebon. (Photo by Maharanita Nugradianti on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih mencatat realisasi ekspor non-migas Kabupaten Cirebon pada Agustus 2021 mencapai USD 58 juta. Adapun produk yang menduduki urutan terbesar adalah produk Furniture.

“Kami sampaikan bahwa berdasarkan data realisasi ekspor nonmigas Kabupaten Cirebon bulan Agustus tahun 2021, ekspor kab Cirebon kurang lebih mencapai USD 58 juta,” kata Wahyu Tjiptaningsih, dalam sosialisasi hasil-hasil perundingan Indonesia-EFTA CEPA, Cirebon, Kamis (16/9/2021).

Dia menjelaskan, produk rotan biasanya menduduki urutan terbesar ekspor Kabupaten Cirebon, namun kali ini furniture kayu menjadi urutan pertama ekspor terbesar Kabupaten Cirebon yaitu sebesar 37,8 persen.

Urutan kedua dicapai oleh produk hasil laut sebesar 25,9 persen, sedangkan produk rotan berada di urutan ketiga yaitu sebesar 21,9 persen.

Di samping itu, nilai ekspor Kabupaten Cirebon ke negara di luar Eropa mencapai USD 53.650.000 atau 92,4 persen, sedangkan nilai ekspor ke negara Eropa mencapai USD 4.400.000 atau sebesar 7,6 persen.

Adapun dia menyebut, sektor industri Kabupaten Cirebon memiliki 9 komoditi unggulan seperti produk kerajinan rotan, kerajinan kulit kerang, mebel kayu, batik, batu alam, konveksi, emping melinjo, sandal karet serta makanan ringan yang sebagian besar telah dipasarkan secara luas baik nasional maupun internasional.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bentuk Perhatian

Lebih lanjut dalam sambutannya, dia menyampaikan selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon berkeyakinan bahwa kegiatan sosialisasi hasil perundingan perdagangan internasional yang diselenggarakan di Kabupaten Cirebon ini merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan juga anggota Komisi 6 DPR RI kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya para pelaku eksportir.

“Oleh karena itu dalam kesempatan ini tidak lupa Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan dan jajarannya serta anggota Komisi 6 DPR RI yang pada hari ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi hasil perundingan perdagangan internasional,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya