Harga Emas Turun dari Level Tertingginya

Oleh Tira Santia pada 16 Sep 2021, 06:31 WIB
Diperbarui 16 Sep 2021, 06:31 WIB
Ilustrasi Harga Emas Turun
Perbesar
Ilustrasi Harga Emas Turun

Liputan6.com, Jakarta Harga emas berjangka turun mencatat kerugian pertama dalam tiga sesi, mengembalikan hampir semua kenaikan yang terjadi sebelumnya yang sempat mengangkat harga ke posisi tertinggi dalam hampir dua minggu.

Harga emas untuk Desember turun USD 12,30, atau 0,7 persen menjadi USD 1.794,80 per ounce. Harga logam kuning ini sempat naik USD 12,70, atau 0,7 persen menjadi USD 1,807.10, posisi tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 3 September, data FactSet menunjukkan.

Adapun harga perak untuk pengiriman Desember yang sempat mencatatkan kenaikan moderat , turun 8 sen, atau sekitar 0,4 persen menjadi USD 23,80 per ounce.

Data inflasi AS sebelumnya terbukti mendukung harga logam mulia, mengangkat emas berjangka ke level tertinggi sejak awal September karena dolar AS tergelincir.

Indeks harga konsumen naik lagi 0,3 persen pada Agustus, dibandingkan dengan kenaikan 0,5 persenpada Juli.

"Harga emas kemungkinan akan tetap berada di zona konsolidasi," ujar Kepala Analis Pasar di AvaTrade, mengatakan kepada MarketWatch, Kamis (16/9/2021).

Melihat data ekonomi, sangat jelas bahwa Federal Reserve “tidak memiliki terlalu banyak tekanan untuk menunjukkan sikap agresif” dalam pertemuan mereka minggu depan.

Namun, “pedagang masih percaya bahwa pengurangan [pembelian obligasi bulanan] ada di meja untuk tahun ini.”

Jadi “satu-satunya peristiwa terpenting untuk harga emas sekarang adalah pertemuan minggu depan dan sampai saat itu, harga emas kemungkinan akan melanjutkan pergerakan tipuannya,” kata Aslam.

"Kenaikan inflasi pada 2021 berada jauh dari level tahun 1970-an, tetapi itu menjadi global karena harga energi melonjak, namun emas tidak merespons,” kata Adrian Ash, Direktur Penelitian di BullionVault.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Logam Lainnya

Ilustrasi Harga Emas (4)
Perbesar
Ilustrasi Harga Emas

Dia mengatakan jika jelas bahwa untuk saat ini, pasar logam mulia masih setuju dengan para bankir sentral bahwa lonjakan inflasi ini bersifat sementara.

Namun, jika perebutan energi ini berlanjut dan krisis bahan bakar musim dingin membawa inflasi lebih tinggi lagi, emas di level USD 1.800 hari ini bisa terlihat murah di belakang.

Di antara logam Comex lainnya, harga tembaga untuk Desember naik 2 persen menjadi USD 4,41 per pon.

Harga Platinum untuk Oktober turun 0,9 persen menjadi USD 930,50 per ounce, tetapi paladium naik 0,8 persen menjadi USD 1.991,60 per ounce setelah menderita kerugian 5 persen sebelumnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya