Pemerintah Pasang Target Rasio Kewirausahaan 3,95 Persen di 2024

Oleh Liputan6.com pada 08 Sep 2021, 09:15 WIB
Diperbarui 08 Sep 2021, 09:18 WIB
FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyatakan, pemerintah mencanangkan target rasio kewirausahaan nasional di 2024 sebesar 3,95 persen dengan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen.

Hal tersebut diungkapkan Teten dalam sesi perdana webinar DSC 12 X Nu Circle yang berlangsung pada 30 Juli lalu, dengan mengusung tema Ekonomi Pesantren sebagai Arus Baru Ekonomi Syariah Indonesia.

Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia tercatat baru sekitar 3,47 persen. Pemerintah juga menilai, pondok pesantren mempunyai peluang yang besar untuk mengembangkan kewirausahaan. 

“Persentase ini masih relatif rendah jika dibandingkan Thailand, Malaysia,dan Singapura. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara Pemerintah dan swasta dalam mempersiapkan peningkatan kualitas SDM unggul untuk mewujudkan target tersebut,” papar Teten, dikutip Rabu (8/9/2021).

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan ekonomi syariah di Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional.

Ekonomi syariah di Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan pertama tahun 2021, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 4,29 juta.

Erick menegaskan, potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih maksimal. “Kita perlu meningkatkan kapasitas talenta di lingkungan pesantren baik dari sisi manajerial, keuangan, digitalisasi, infrastruktur, dan akses pasar. Agar lulusan pesantren siap bersaing baik berwirausaha dan karir," jelas Erick.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gandeng Lebih Banyak Komunitas

Perajin paralon bekas
Perbesar
Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan air mancur dari paralon bekas di Abah Matul, Tapos, Depok, Kamis (1/4/2021). Tahun ini, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM kembali disalurkan pada 9,8 juta pelaku usaha dengan besaran RP 1,2 juta per penerima. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Program Inisiator DSC 12, Edric Chandra mengungkapkan, tahun ini pihaknya memperluas segmen audiens berbasis komunitas dan ekonomi keumatan melalui kerja sama dengan menggelar serangkaian webinar bersama NU Circle, LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama), Ansor, dan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia).

“Tujuannya adalah semakin banyak melahirkan entrepreneur dari komunitas berbasis santri dan Nahdliyin dan membangkitan ekonomi keumatan walau berada di situasi masa pandemi,” jelas Edric.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya